Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pakar: RDMP Balikpapan Jadi Titik Balik Kemandirian Energi RI
Senin, 12 Januari 2026 13:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pakar kebijakan publik menilai peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar. Hal ini sekaligus menandai kembalinya peran negara dalam menguasai sektor energi strategis.
Pengamat kebijakan publik dan Guru Besar Universitas Trisakti Trubus Rahardiansah mengatakan RDMP Balikpapan bukan sekadar proyek infrastruktur energi, melainkan simbol penataan ulang tata kelola sektor migas yang selama bertahun-tahun menghadapi berbagai persoalan.
Ia mengungkapkan proyek modernisasi kilang yang mulai dibangun sejak 2019 tersebut sempat dililit sejumlah masalah serius, mulai dari pembengkakan biaya, keterlambatan pembayaran, hingga menurunnya kepercayaan mitra internasional. Bahkan, pada satu fase krusial, kontraktor asing sempat mempertimbangkan penyelesaian sengketa melalui jalur arbitrase internasional.
“Kondisi itu membuat proyek hampir kehilangan momentum. Padahal sejak awal RDMP Balikpapan dirancang sebagai tulang punggung kemandirian energi nasional,” ujar Trubus, Senin (12/1/2026).
Baca juga : Ketua Komisi XII Apresiasi RDMP Balikpapan, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Menurut dia, perubahan signifikan terjadi ketika pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dalam menata ulang proyek tersebut. Negara tidak hanya melanjutkan pembangunan, tetapi juga memastikan kepastian kebijakan dan komitmen penyelesaian proyek strategis nasional itu.
“Yang dilakukan bukan sekadar meneruskan pekerjaan teknis, tetapi membongkar ulang relasi kuasa di sektor energi. Negara kembali mengambil kendali dan memastikan proyek strategis tidak lagi menjadi ladang rente,” katanya.
Dalam industri energi, lanjut Trubus, kepastian politik dan konsistensi kebijakan kerap menjadi faktor penentu keberhasilan proyek berskala besar, bahkan lebih krusial dibandingkan insentif finansial semata.
Secara teknis, RDMP Balikpapan dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 360 ribu barel per hari. Kilang tersebut akan menghasilkan BBM berstandar Euro 5 yang lebih bersih dan rendah emisi, serta produk petrokimia bernilai tambah tinggi seperti propylene dan LPG. Tingkat kompleksitas kilang juga meningkat signifikan, tercermin dari lonjakan Nelson Complexity Index.
Baca juga : Profil RDMP Balikpapan, Proyek Rp 123 T Yang Akan Diresmikan Prabowo Hari Ini
“Ini menunjukkan bahwa kilang Balikpapan tidak hanya meningkatkan volume produksi, tetapi sudah masuk tahap industrialisasi hilir yang modern dan efisien,” ujarnya.
Ia menambahkan, RDMP Balikpapan kini menjadi faktor kunci dalam upaya Indonesia menekan impor solar. Selama satu dekade terakhir, Indonesia tercatat selalu mengimpor solar, bahkan sempat mencapai lebih dari lima juta kiloliter per tahun pada periode 2022–2023.
“Kombinasi beroperasinya RDMP Balikpapan dan kebijakan mandatori biodiesel B35 hingga B40 membuka peluang realistis bagi Indonesia untuk lepas dari ketergantungan impor solar mulai 2026,” kata Trubus.
Meski demikian, ia mengingatkan tantangan ke depan masih perlu diantisipasi, terutama terkait transparansi, pengawasan berkelanjutan, serta konsistensi kebijakan agar proyek tersebut tidak kembali terjebak dalam persoalan lama.
Baca juga : RDMP Balikpapan Perkuat Infrastruktur Energi Nasional Terintegrasi
“RDMP Balikpapan menunjukkan bahwa proyek yang nyaris gagal bisa diselamatkan ketika negara hadir secara tegas. Ini pelajaran penting bahwa persoalan utama kita bukan kekurangan sumber daya, melainkan keberanian politik dalam menertibkan sektor strategis,” ujarnya.
Menurut Trubus, keberhasilan RDMP Balikpapan menjadikannya lebih dari sekadar proyek energi. “Ini adalah pernyataan arah bahwa kedaulatan energi tidak lagi berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui keputusan yang dieksekusi secara konsisten,” katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya