Dark/Light Mode

Insiden Keamanan Pangan MBG

BGN Tanggung Biaya Pengobatan Korban, Operasional SPPG Pondok Kelapa Distop

Sabtu, 4 April 2026 19:26 WIB
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang (Foto: IG)
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang (Foto: IG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf atas kejadian menonjol insiden keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur.

BGN juga memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban, serta langsung menghentikan operasional dapur terkait.

Hal ini disampaikan Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang di Jakarta, Sabtu (4/4/2026).

Baca juga : Program MBG Dongkrak Perekonomian Nasional

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," kata Nanik.

Nanik menambahkan, BGN telah mengambil langkah tegas menghentikan operasional SPPG tersebut, sebagai bentuk tanggung jawab dan pengamanan.

"Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), masih belum memenuhi standar," tegasnya.

Baca juga : Penerbangan Melonjak, AirNav Indonesia Perkuat Kesiapan Operasional Lebaran

Insiden ini terjadi pada Jumat (3/4/2026), setelah pihak SPPG menerima laporan dari guru terkait sejumlah 36 siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual usai mengonsumsi makanan pada Kamis (2/4/2026) sore.

Menu yang disajikan saat itu meliputi spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi.

Total korban insiden keamanan pangan tersebut berjumlah 60 orang. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan dilaporkan dalam kondisi membaik.

Baca juga : Audit Total Operasional TPST Di Bantargebang

Dugaan sementara penyebab kejadian:  makanan yang dikonsumsi tidak dalam kondisi segar. Jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi berpotensi menurunkan kualitas makanan dan memicu gangguan kesehatan.

BGN memastikan akan memperketat pengawasan, demi mencegah kejadian serupa terulang dan menjamin keamanan pangan dalam pelaksanaan Program MBG.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.