Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perlu Langkah Konkret Lindungi Kesehatan Masyarakat
Pemda Didesak Segera Bentuk Desa Siaga TBC
Rabu, 8 April 2026 06:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Daerah (Pemda) diminta tidak lagi memandang tuberkulosis (TBC) sebagai persoalan kesehatan semata. Penyakit menular ini harus segera diberantas. Karena itu, penanganannya menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mengatakan, eliminasi penyakit yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. Tapi juga berdampak langsung terhadap pembangunan nasional.
“Ini harus ditangani serius karena bila dibiarkan bisa menghambat agenda pembangunan nasional,” ujar Wiyagus dalam keterangan resminya, Selasa (7/4/2026).
Dia menjelaskan, Indonesia saat ini masih menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus TBC. Karena itu, para pemimpin daerah harus memiliki kesadaran dan komitmen kuat dalam upaya eliminasi penyakit tersebut.
Berdasarkan data The World Health Organization (WHO), jumlah kasus TBC di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 1,09 juta kasus per tahun.
Baca juga : Ditanya Soal Barang Sitaan, Istri Wakil Ketua DPRD Jabar Diperiksa KPK
Mantan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri itu menegaskan, komitmen Pemda perlu diwujudkan melalui integrasi kebijakan penanggulangan TBC secara terarah dan terukur.
Langkah itu mencakup penguatan perencanaan, peningkatan alokasi anggaran, hingga pemberdayaan perangkat daerah sampai ke tingkat desa dan kelurahan.
Wiyagus menegaskan, komitmen Pemerintah dalam penanggulangan TBC telah diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Regulasi tersebut menjadi landasan bagi Pemda untuk mengambil langkah konkret dalam melindungi masyarakat dari ancaman TBC.
Mantan Kapolda Jawa Barat itu meyakini, dengan komitmen yang kuat dan dukungan kebijakan yang tepat, penanganan TBC dapat berjalan lebih efektif, mulai dari penemuan kasus, pengobatan, hingga pencegahan secara terintegrasi.
“Harus solid dengan stakeholder lainnya, sehingga eliminasi TBC ini benar-benar bisa diwujudkan oleh kita bersama,” tuturnya.
Baca juga : Aksi Nyata Hemat BBM, Bupati & Wabup Bangkalan Kompak Gowes Ke Kantor
Selain itu, dia juga meminta Pemda segera membentuk Desa Siaga TBC sebagai bagian dari percepatan target eliminasi TBC pada 2030.
“Kami mendorong agar daerah-daerah tertentu yang belum membentuk Desa Siaga, segera membentuk,” serunya.
Terpisah, pakar kesehatan Universitas Gadjah Mada Rina Triasih menjelaskan, TBC masih menjadi isu kesehatan yang sangat serius di Indonesia.
“Kondisi ini menegaskan, TBC masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius,” ujarnya.
Menurut dia, tingginya angka kasus TBC salah satunya disebabkan rendahnya kewaspadaan masyarakat. Penyakit ini berkembang secara perlahan sehingga kerap dianggap tidak berbahaya.
Baca juga : Gerindra Soroti Masalah RUU Perampasan Aset
“Padahal, gejala penyakit ini baru muncul 4–12 minggu setelah seseorang terinfeksi, yang berisiko menyebabkan keterlambatan diagnosis dan meningkatkan penularan,” jelasnya.
Rina mendukung berbagai upaya Pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam mengeliminasi TBC, termasuk kebijakan deteksi dini melalui penggunaan rontgen portable di berbagai wilayah.
“Inovasi ini sangat bagus untuk menjangkau kasus-kasus TBC yang sebelumnya tidak terdeteksi,” katanya.
Selain itu, pengembangan layanan skrining terpadu melalui konsep One Stop Service (OSS) yang terintegrasi dengan program cek kesehatan gratis, dapat mempercepat proses deteksi dan penanganan. SSL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Rabu, 8 April 2026 dengan judul "Perlu Langkah Konkret Lindungi Kesehatan Masyarakat Pemda Didesak Segera Bentuk Desa Siaga TBC"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya