Dark/Light Mode

KSP Luncuran Buku Saku 0%, IJTI: Perkuat Transparansi Program Pemerintah

Sabtu, 11 April 2026 21:45 WIB
Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari luncurkan Buku Saku 0 Persen berjudul Manfaat dan Penerima Program Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026 di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Foto: KSP
Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari luncurkan Buku Saku 0 Persen berjudul Manfaat dan Penerima Program Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026 di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Foto: KSP

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Herik Kurniawan menyambut positif peluncuran Buku Saku 0% berjudul Manfaat dan Penerima Program Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026 yang disusun oleh Kantor Staf Presiden (KSP).

Herik menilai publikasi ini memiliki nilai strategis. Tidak hanya bagi masyarakat umum tetapi juga bagi insan pers dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berbasis data.

"Sebagai Ketua Umum IJTI, saya menyambut baik hadirnya buku saku yang disusun oleh Kantor Staf Presiden dengan tema Manfaat dan Penerima Program Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026," kata Herik, dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2026).

Menurut Herik, Buku Saku 0 persen dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat ekosistem keterbukaan informasi publik. Terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transparansi kebijakan pemerintah.

"Buku ini menjadi instrumen penting dalam memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta literasi publik terkait berbagai program pemerintah yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat," lanjutnya.

Baca juga : Inovasi Bisnis, BTN Perkuat Transformasi Beyond Mortgage

Herik menilai penyajian informasi dalam format yang ringkas dan mudah dipahami menjadi keunggulan. Terlebih, di tengah derasnya arus informasi yang sering kali tidak terverifikasi dan membingungkan masyarakat.

"Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan kompleks, kehadiran panduan yang ringkas, jelas, dan mudah dipahami seperti ini sangat membantu masyarakat untuk mengetahui hak-haknya sekaligus memahami mekanisme penyaluran bantuan secara tepat," jelasnya.

Dia menambahkan, buku saku ini juga memiliki nilai strategis bagi media sebagai rujukan dalam menjaga kualitas pemberitaan yang akurat dan berbasis data.

"Buku saku ini dapat menjadi rujukan bagi insan pers dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan berbasis data kepada publik," ucap Herik.

Herik menegaskan keterbukaan informasi mengenai program kesejahteraan merupakan langkah penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap Pemerintah.

Baca juga : Kepala Bakom RI: Buku Saku 0% Semangat Besar Prabowo Hilangkan Kemiskinan

"Kami di IJTI memandang keterbukaan informasi mengenai program kesejahteraan sebagai langkah strategis untuk membangun kepercayaan publik terhadap Pemerintah," tegasnya.

Karena itu, ia berharap inisiatif KSP tidak berhenti sebagai produk sesaat, melainkan terus diperbarui secara berkala agar tetap relevan dengan perkembangan kebijakan serta kebutuhan masyarakat.

"Inisiatif KSP ini patut diapresiasi dan diharapkan dapat terus diperbarui secara berkala agar tetap relevan dengan dinamika kebijakan dan kebutuhan masyarakat," imbuhnya.

Senada, kulturolog Indonesia Iwan Jaconiah menilai Buku Saku 0 Persen sebagai bagian dari narasi besar pembangunan kesejahteraan yang menempatkan negara hadir secara nyata di tengah masyarakat.

Menurut Iwan, visi besar Bersama Indonesia Maju yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan komitmen transformatif untuk memperkuat fondasi bangsa.

Baca juga : Sasa dan IPB Bersinergi Perkuat Rantai Pasok Kelapa Nasional

"Visi besar ‘Bersama Indonesia Maju’ bukan sekadar slogan politik, tetapi merupakan komitmen transformatif untuk memperkuat fondasi bangsa," jelas Iwan.

Ia menjelaskan bahwa berbagai program dukungan kesejahteraan yang dijalankan pemerintah merupakan instrumen konkret untuk menerjemahkan konsep kehadiran negara ke dalam kebijakan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Melalui berbagai program dukungan kesejahteraan, pemerintah berupaya mewujudkan filosofi ‘Negara Hadir’, yakni ketika instrumen kekuasaan digunakan sepenuhnya untuk melindungi dan mengangkat derajat kelompok yang paling rentan," pungkas Iwan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.