Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Wamenhut Perkuat SDM Dan Kerja Sama ASEAN Atasi Karhutla Di Lahan Gambut
Rabu, 15 April 2026 16:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan gambut.
Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan 2nd Training of Trainers for Forest Fire Suppression in Peatland yang digelar di Bogor dan Sumatera Selatan pada 13–24 April 2026.
Pelatihan ini melibatkan peserta dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Timor Leste, dan Kamboja. Kegiatan merupakan bagian dari program Forest Fire Management in Asia yang dikembangkan Asian Forest Cooperation Organization bersama Kementerian Kehutanan, dengan dukungan mitra internasional.
Rohmat mengatakan, pengendalian kebakaran tidak cukup mengandalkan teknologi. Dibutuhkan SDM yang terlatih dan siap di lapangan.
“Pengelolaan kebakaran hutan harus ditopang keterampilan dan kesiapan SDM, terutama dalam pencegahan dan penanganan,” ujarnya.
Ia menilai pelatihan ini penting untuk meningkatkan kapasitas teknis sekaligus memperkuat koordinasi lintas negara. Kebakaran hutan, khususnya di gambut, memiliki karakter yang kompleks dan kerap berdampak lintas batas.
Baca juga : Danantara Kelola Sampah Jadi Sumber Energi Listrik
“Ini juga membuka peluang kolaborasi dan pertukaran praktik terbaik antarnegara di kawasan ASEAN,” katanya.
Rohmat menambahkan, program ini diharapkan mampu membangun jaringan pelatih regional. Jaringan tersebut nantinya dapat mereplikasi pengetahuan di masing-masing negara.
“Dengan begitu, sistem pelatihan dan kelembagaan pengendalian kebakaran gambut bisa diperkuat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan International Tropical Peatlands Center Ayu Dewi Utari menekankan pentingnya pendekatan terpadu dalam pengelolaan gambut.
Menurutnya, pencegahan kebakaran harus dilakukan melalui tiga langkah utama, yakni pembasahan kembali, penanaman kembali, dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Pengelolaan gambut harus dilakukan dalam satu kesatuan hidrologi agar efektif,” ujarnya.
Baca juga : Hadapi Gejolak Global, ASEAN Perkuat Kerja Sama Keuangan
Ia mengingatkan, pendekatan parsial berisiko menyebabkan kekeringan dan memicu kebakaran. Karena itu, diperlukan strategi berbasis sains dan kolaborasi lintas negara.
Ayu menyebut ITPC berperan sebagai platform kerja sama internasional. Lembaga ini mendorong pertukaran pengetahuan dan penguatan kapasitas berbasis data ilmiah.
“ITPC memastikan kebijakan pengelolaan gambut didukung data dan analisis yang kredibel,” katanya.
Kepala Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan Kementerian Kehutanan Gun Gun Hidayat menambahkan, pihaknya mendorong ITPC lebih aktif berbagi pengalaman.
Menurut dia, pengalaman ITPC penting untuk memberikan gambaran utuh terkait karakteristik gambut, terutama dalam penanganan kebakaran.
“Peran ITPC semakin strategis dalam mendukung peningkatan kapasitas teknis lintas negara,” ujarnya.
Baca juga : Kemenhut-BMKG-BNPB Perkuat Siaga Karhutla Hadapi Kemarau 2026
Pelatihan ini dirancang melalui kombinasi pembelajaran di kelas, simulasi, dan praktik lapangan. Peserta dibekali pemahaman tentang karakteristik kebakaran gambut, termasuk fenomena pembakaran bawah permukaan serta teknik pengelolaan air.
Kegiatan ini merupakan bagian dari fase utama program FFMA 2026–2030. Program tersebut bertujuan membangun sistem pelatihan yang terstruktur dan dapat diterapkan di berbagai negara.
Selain meningkatkan kapasitas individu, pelatihan ini juga menghasilkan modul, laporan, dan rekomendasi kebijakan. Output tersebut diharapkan menjadi rujukan dalam penguatan penanganan kebakaran gambut di tingkat nasional dan regional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya