Dark/Light Mode

Akan Dibangun Di 13 Lokasi, Prabowo Pacu Hilirisasi

Minggu, 26 April 2026 07:57 WIB
Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara Rosan Roeslani di Hambalang, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026). (Foto: Setkab)
Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara Rosan Roeslani di Hambalang, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026). (Foto: Setkab)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, di Kediaman Hambalang, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026). Dalam pertemuan itu, Prabowo membahas penguatan program hilirisasi.

Berdasarkan unggahan Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Jumat (24/4/2026), Prabowo dan Rosan duduk satu meja. Di hadapan keduanya, sejumlah dokumen diperhatikan secara serius.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, pertemuan tersebut membahas perkembangan program hilirisasi yang akan diperkuat melalui pembangunan proyek di 13 lokasi di Indonesia.

“Beberapa investor akan berinvestasi di Indonesia, terutama di bidang waste to energy, sumber daya mineral, serta industri agrikultur, padat karya, dan garmen,” kata Teddy.

Dalam pertemuan itu, Teddy menyebut, Presiden Prabowo menginginkan agar hilirisasi tidak hanya difokuskan pada sektor energi dan mineral, tetapi juga diperluas ke bidang pertanian dan perikanan.

Baca juga : Stok Bahan Baku Aman, Wamenperin Dorong Hilirisasi Plastik

Rosan juga menyampaikan terima kasih kepada Prabowo atas arahan untuk mempercepat hilirisasi dan memperkuat program prioritas Danantara. “Investasi di Indonesia insyaallah semakin bernilai tambah, membuka lebih banyak lapangan kerja, serta menggerakkan industri nasional agar semakin kompetitif,” tulis Rosan melalui akun Instagramnya, @rosanroeslani.

Sebelumnya, Rosan mengungkapkan, sektor investasi yang paling diminati investor. Ia menyebut arah investasi kini semakin menguat ke sektor hilirisasi, bahkan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan investasi.

“Kontribusi investasi di sektor hilirisasi cukup signifikan, mencapai 29,6 persen pada triwulan I,” kata Rosan pada konferensi pers di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, investasi hilirisasi tumbuh 8,2 persen. Kinerja ini menunjukkan kebijakan hilirisasi mulai memberikan dampak nyata terhadap perekonomian.

Rosan menjelaskan, sektor hilirisasi masih didominasi industri berbasis mineral dengan nilai mencapai Rp 98,3 triliun. Komoditasnya meliputi nikel, tembaga, besi, baja, bauksit, dan timah.

Baca juga : Pulang Dari Rusia-Prancis, Prabowo Langsung Gaspol

Selain sektor mineral, investasi juga mulai mengalir ke sektor lain seperti perkebunan dan kehutanan yang mencatat Rp 29,5 triliun. Komoditas yang berkembang antara lain kelapa sawit, kayu, dan karet. 

Sektor minyak dan gas bumi turut berkontribusi sebesar Rp 17,7 triliun. Sementara itu, sektor perikanan dan kelautan masih relatif kecil, yakni sekitar Rp 1,7 triliun, namun diproyeksikan meningkat pada periode mendatang.

Secara geografis, investasi hilirisasi masih didominasi wilayah luar Jawa dengan nilai mencapai sekitar Rp 111,4 triliun atau 75,5 persen dari total investasi hilirisasi. Adapun wilayah Jawa tercatat sebesar Rp 36,1 triliun.

Kawasan seperti Sulawesi Tengah dan Maluku Utara menjadi pusat utama investasi hilirisasi. Kedua wilayah ini memiliki sumber daya alam yang menjadi bahan baku utama industri, terutama mineral.

Rosan menilai, dominasi hilirisasi di luar Jawa menjadi indikator bahwa pemerataan investasi mulai berjalan. Aktivitas industri tidak lagi terpusat di Pulau Jawa, tetapi mulai menyebar ke daerah yang kaya sumber daya.

Baca juga : Dari Moskow Terbang ke Paris, Prabowo Terus Perluas Poros Diplomasi Strategis

Ke depan, pemerintah akan terus mendorong penguatan hilirisasi sebagai strategi untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri. Selain meningkatkan investasi, langkah ini juga diharapkan menciptakan lapangan kerja dan memperkuat struktur industri nasional.

“Harapan kita kontribusi hilirisasi ini terus meningkat,” imbuh Rosan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.