Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pulang dari Korsel, Prabowo Bawa Oleh-oleh Investasi Rp 173 T
Kamis, 2 April 2026 08:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Republik Korea menghasilkan capaian signifikan dalam penguatan kerja sama ekonomi, khususnya di sektor investasi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan hasil pertemuan ekonomi bertajuk Indonesia-Korea Partnership for Resilient di Seoul, Korea Selatan, Rabu (1/4/2026). Dalam forum tersebut, ditandatangani sejumlah MoU antara pengusaha Indonesia dan Korea Selatan senilai 10,2 miliar dolar AS atau setara Rp 173 triliun.
Airlangga menjelaskan, kerja sama investasi kedua negara mencakup berbagai sektor strategis, antara lain energi dan transisi hijau seperti pengembangan tenaga surya, teknologi carbon capture and storage (CCS), serta proyek energi terbarukan lainnya. Selain itu, kerja sama juga meliputi sektor industri dan manufaktur, termasuk baja, baterai, serta transportasi ramah lingkungan.
Baca juga : Bertemu Ray Dalio, Prabowo Bahas Investasi Energi Hingga Pertumbuhan Ekonomi
“Investasi tersebut juga mencakup sektor digital dan kecerdasan buatan (AI), serta properti dan infrastruktur, termasuk pengembangan di Bumi Serpong Damai. Selain itu, terdapat kerja sama antara Kadin dan KCCI untuk mendorong komitmen bisnis kedua negara,” papar Airlangga yang hadir bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mewakili Presiden Prabowo.
Ia menambahkan, sejumlah perusahaan besar Korea Selatan turut memperkuat komitmen investasinya di Indonesia, termasuk pengembangan industri baja oleh POSCO dan minat investasi dari Lotte Group yang membuka peluang kolaborasi dengan Danantara sebagai mitra investasi.
Menurut Airlangga, hasil kunjungan Presiden Prabowo ke Korea Selatan melengkapi capaian investasi dari kunjungan sebelumnya ke Jepang yang menghasilkan komitmen investasi sebesar 23,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 401 triliun.
Baca juga : Usai Lebaran Di Aceh, Prabowo Gelar Open House Di Istana
“Artinya, kunjungan Bapak Presiden ke dua negara ini menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp 574 triliun,” ungkapnya.
Ia menilai capaian tersebut menunjukkan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik di tengah dinamika geopolitik global yang penuh ketidakpastian.
“Ini angka yang sangat signifikan karena Indonesia, dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, masih menjadi daya tarik bagi para investor, baik dari Jepang maupun Korea,” tambah Airlangga.
Baca juga : Prabowo Buka Peluang Investasi Seluas-luasnya
Airlangga juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki iklim investasi melalui langkah debottlenecking, yakni penyelesaian berbagai hambatan investasi yang dihadapi pelaku usaha.
“Kami menyiapkan mekanisme debottlenecking agar seluruh persoalan yang dihadapi dunia usaha dapat diselesaikan dengan cepat,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya