Dark/Light Mode

Kumpulkan Menteri 

Pulang Dari Rusia-Prancis, Prabowo Langsung Gaspol

Sabtu, 18 April 2026 07:50 WIB
Presiden Prabowo Subianto menggelar Rapat Terbatas (Ratas) bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih setibanya di Tanah Air usai lawatan ke Rusia dan Prancis, Kamis (16//4/2026). (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto menggelar Rapat Terbatas (Ratas) bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih setibanya di Tanah Air usai lawatan ke Rusia dan Prancis, Kamis (16//4/2026). (Foto: BPMI Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pulang dari Rusia dan Prancis, Presiden Prabowo Subianto langsung gaspol. Sejumlah menteri dipanggil untuk membahas agenda strategis nasional dalam rangkaian pertemuan maraton di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/4/2026). 

Dalam sehari, ada empat agenda pertemuan yang dipimpin Prabowo. Diawali dengan menerima Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Pertemuan dilakukan secara empat mata. 

Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: BPMI Setpres)

Menurut keterangan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet, Dasco melaporkan perkembangan situasi politik, keamanan, dan ekonomi nasional. “Serta melaporkan beberapa masukan dari fungsi legislasi DPR kepada pemerintah,” demikian keterangan Seskab Teddy. 

Selanjutnya, Prabowo menerima Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Pertemuan juga berlangsung terbatas. Bahlil melaporkan perkembangan kerja sama energi Indonesia dengan Rusia. 

Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: BPMI Setpres)

Dalam laporan tersebut, Indonesia disebut berpotensi mendapatkan pasokan minyak dari Rusia. Negara yang dipimpin Vladimir Putin itu juga tertarik membangun gudang penyimpanan BBM dan kilang minyak di Indonesia.

Baca juga : Trump Akan Ke Pakistan, Kesepakatan Damai AS-Iran Sudah Dekat

Agenda berikutnya, Prabowo menerima Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak. Berbeda dengan pertemuan sebelumnya, kali ini Maruli hadir bersama sejumlah pejabat utama TNI AD. Prabowo didampingi Seskab Teddy dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo, sehingga seluruh kursi pertemuan terisi. 

Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama jajaran pejabat utama TNI Angkatan Darat di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: BPMI Setpres)

Dalam pertemuan tersebut, Maruli melaporkan capaian tugas strategis TNI AD dalam tiga bulan terakhir. Di antaranya pembangunan 300 unit jembatan gantung perintis di berbagai wilayah Indonesia. 

Selain itu, TNI AD juga merampungkan renovasi 300 sekolah di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatera, serta pembangunan 300 titik sumur bor air bersih di lingkungan sekolah. 

“TNI AD bersama Kementerian Pekerjaan Umum berkolaborasi untuk mempercepat penyediaan fasilitas umum hingga daerah terpencil,” jelas Teddy. 

Sebagai penutup, Prabowo memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri kabinet. Di antaranya; Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto, Menteri Investasi Rosan Roeslani, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Bahlil Lahadalia kembali mengikuti rapat tersebut. 

Baca juga : Lawan Dolar, Rupiah Tak Sekuat Ringgit

Rapat membahas implementasi program prioritas nasional. Mulai dari sektor pendidikan, ketahanan pangan, hilirisasi industri, hingga pengolahan sampah menjadi energi. 

“Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam menindaklanjuti hasil kerja sama dengan negara mitra serta mendorong sinergi lintas sektor,” ujar Teddy. 

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai langkah cepat Prabowo menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kepentingan nasional di tengah ketidakpastian global. “Presiden Prabowo gaspol untuk mengamankan kepentingan nasional dan melindungi rakyat di tengah situasi global yang tidak pasti,” ujarnya. 

Menurutnya, ritme kerja Presiden diikuti para menteri untuk menjaga stabilitas sektor strategis, terutama energi dan ekonomi. Kebijakan menahan kenaikan harga BBM dinilai sebagai langkah berani untuk mencegah efek domino terhadap perekonomian. 

“Kita patut mengapresiasi langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ini,” tambahnya. 

Baca juga : Geledah Rumah Bupati Tulungagung, KPK Temukan Dokumen Pemerasan Kepala OPD

Diketahui, Prabowo baru saja melakukan kunjungan kerja ke Rusia dan Prancis selama tiga hari, 13–15 April 2026. Di Rusia, ia bertemu Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow. 

Selanjutnya, Prabowo bertolak ke Prancis dan bertemu Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris. Kedua negara membahas penguatan kerja sama strategis di berbagai sektor, mulai dari energi, pendidikan, komunikasi digital, hingga investasi jangka panjang. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.