Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Qodari Resmi Nakhodai Bakom
Komunikasi Pemerintah Disetel Semakin Agresif
Rabu, 29 April 2026 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Strategi komunikasi Pemerintah akan disetel lebih agresif. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Muhammad Qodari dalam acara serah terima jabatan Kepala Bakom dari Angga Raka Prabowo di kantor Bakom, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Acara dihadiri jajaran Bakom. Mulai dari deputi, staf hingga tenaga profesional. Qodari tampil dengan jas hitam, sementara Angga mengenakan batik cokelat.
Rangkaian kegiatan berlangsung formal. Dimulai dari menyanyikan Indonesia Raya, dilanjutkan doa bersama, lalu sambutan. Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat.
Dalam pidatonya, Qodari menyebut dirinya baru dilantik Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat komunikasi Pemerintah sesuai Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2025. Dia menegaskan, Bakom bertugas mengorkestrasi komunikasi kebijakan dan program strategis Pemerintah.
Baca juga : Kasus Dugaan Korupsi Chromebook, Hakim Larang Terdakwa Buat Opini Di Luar Sidang
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Angga Raka Prabowo yang telah meletakkan fondasi organisasi yang kuat. Mulai dari pembentukan struktur, perekrutan personel, hingga penyiapan anggaran.
Ke depan, Qodari ingin Bakom bergerak lebih aktif menjelaskan program Pemerintah. Menurutnya, banyak kebijakan Presiden yang membawa pendekatan baru, sehingga perlu disampaikan secara intensif ke publik.
Qodari mengaku, sempat menonton pernyataan pengamat yang menilai, dengan dirinya sebagai Kepala Bakom dan Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden, gaya komunikasi Pemerintah akan cenderung menyerang. Dia pun menanggapi santai penilaian tersebut.
Qodari lalu menimpali dengan nada ringan “Memangnya kalau kita diserang terus, kita diam saja?” katanya, sambil tertawa.
Baca juga : Pemerintah Pastikan Program JKN Berlanjut
Menurut Qodari, lanskap informasi kini berubah drastis. Arus informasi tak lagi sama seperti 10 tahun atau 20 tahun lalu. Informasi tak hanya datang dari media massa, tetapi juga media sosial yang bergerak sangat cepat.
“Berita dan informasi sekarang jaraknya hanya di ujung jempol,” kata Qodari, sambil mengangkat jarinya.
Dalam situasi itu, pendekatan komunikasi harus ikut beradaptasi. Jika tidak, informasi akan datang tanpa kendali.
“Kalau kita diam, informasi itu akan berkembang sendiri,” ujarnya.
Baca juga : Ajak Kader Kembali Bersatu, PPP Jawa Barat Ambil Alih Pelaksanaan Muscab Bekasi
Qodari menekankan pentingnya menghadirkan perspektif yang berimbang di ruang publik. Dia menyebut, pertarungan narasi kini menjadi keniscayaan.
“Saya sering bilang, sekarang ini eranya your words against my words,” ujarnya.
Dia optimistis publik akan menilai secara rasional, terutama jika informasi disampaikan dengan data, teori, dan argumentasi yang kuat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya