Dark/Light Mode

Percepat Peningkatan Kesehatan Ibu-Anak

Kemenkes Resmikan Konsorsium Nasional 1000 Hari Pertama Kelahiran

Rabu, 29 April 2026 17:23 WIB
Foto: Kemenkes.
Foto: Kemenkes.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meresmikan Konsorsium Nasional 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) guna mempercepat peningkatan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

Inisiatif ini diharapkan menjadi platform koordinasi terpadu yang melibatkan pemerintah, mitra internasional, sektor swasta, akademisi, serta organisasi masyarakat sipil.

Periode 1000 HPK yang mencakup 270 hari masa kehamilan dan 730 hari pertama kehidupan anak merupakan fase krusial yang menentukan kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas seseorang di masa depan.

Namun, berbagai indikator menunjukkan tantangan yang masih signifikan. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan perlunya percepatan capaian indikator kesehatan ibu dan anak.

Baca juga : Perluas Penerimaan Negara, Kemenkeu Kaji Pajak Tarif Tol

“Kita harus mengejar angka yang signifikan karena ini menyangkut nyawa manusia, bukan sekadar statistik,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan penurunan angka kematian ibu dari 4.000 menjadi di bawah 400 kasus, kematian bayi dari 30.000 menjadi di bawah 3.000 kasus, serta prevalensi stunting dari 19 persen menjadi di bawah 7 persen dalam waktu satu tahun ke depan.

Data menunjukkan Angka Kematian Ibu (AKI) masih berada di angka 140 per 100.000 kelahiran hidup, sementara angka kematian bayi mencapai 17 per 1.000 kelahiran hidup, dengan lebih dari separuh terjadi pada masa neonatal.

Selain itu, sekitar 19,8 persen balita mengalami stunting dan 2,52 persen berisiko mengalami gangguan perkembangan.

Baca juga : Perluas Jangkauan Layanan, BPJS Kesehatan Beberkan 8 Program Andalan

Selama ini, pelaksanaan program 1000 HPK dinilai belum optimal akibat fragmentasi program, tumpang tindih intervensi, serta lemahnya integrasi data antar sektor.

Melalui konsorsium ini, seluruh pemangku kepentingan akan disatukan dalam satu arah kebijakan, sistem pemantauan, dan akuntabilitas bersama.

Dalam implementasinya, Kementerian Kesehatan menunjuk Yayasan Rabu Biru Indonesia sebagai Sekretariat Konsorsium 1000 HPK.

Sekretariat ini berperan mengintegrasikan berbagai inisiatif lintas sektor, mengoordinasikan empat kelompok kerja yang mencakup seluruh siklus 1000 HPK, serta memastikan kontribusi mitra selaras dengan target RPJMN 2025–2029 dan visi Indonesia Emas 2045.

Baca juga : Pamer Kenaikan Setoran Pajak Kendaraan, Gubernur Jabar Sindir Pengkritik Nyinyir

Direktur Eksekutif Rabu Biru Foundation, Toro Sudarmadi, menyatakan komitmennya untuk mendukung sinergi lintas sektor.

“Kami berkomitmen memastikan koordinasi berjalan satu arah dan terukur di setiap tahapan 1000 HPK,” ujarnya.

Peluncuran Konsorsium Nasional 1000 HPK ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Sekaligus, memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan awal kehidupan yang optimal serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.