Dark/Light Mode

Nyamar Jadi Agen Patroli Untuk Gagalkan Deportasi

Kamis, 30 April 2026 07:45 WIB
Ilustrasi US Border Patrol. Foto: via AP News
Ilustrasi US Border Patrol. Foto: via AP News

RM.id  Rakyat Merdeka - Amerika Serikat (AS) tengah gencar menindak imigran ilegal lewat berbagai operasi penegakan di sejumlah wilayah. Di tengah situasi itu, seorang pria asal Meksiko justru menyamar sebagai agen Patroli Perbatasan.

Melansir Associated Press (AP), pria itu bernama Jamie Ernesto Alvarez-Gonzalez. Kasus ini diungkap Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Selatan California. Dia melakukan aksi itu untuk mengganggu jalannya operasi di California Selatan.

Alvarez-Gonzalez mengaku bersalah. Dia telah mengikuti petugas imigrasi federal pada 8 Januari 2026 di kawasan San Diego. Ulahnya bikin petugas tersebut menghentikan misi, karena mengira ada bantuan petugas lain.

“Agen membatalkan misinya ketika melihat Alvarez-Gonzalez mengikuti,” kata jaksa, sebagaimana dikutip AP News, Rabu (29/4/2026).

Baca juga : Gerakkan Ekonomi, Anggaran MBG 249 T Mengalir Ke Daerah

Menurut jaksa, Alvarez-Gonzalez memakai truk hitam Ford F150 yang mirip kendaraan petugas imigrasi federal.

Dia juga menempelkan stiker Patroli Perbatasan di kaca depan.

Mobil tersebut juga diberi antena radio palsu di atap dan menulis “federal truck” di pelat nomor, meskipun tulisan itu salah ejaan. Bahkan, dia juga menggantung borgol di kaca spion. Saat dihadang agen asli, dia malah membuat keributan.

“Dia berteriak kata-kata kasar dan menuntut agar para agen meninggalkan areal itu,” ujar jaksa.

Baca juga : AS Buka Blokade Laut, Iran Buka Selat Hormuz

Situasi makin panas karena tiga mobil lain ikut datang membantu Gonzalez. Mereka mengganggu petugas, bahkan sempat mengejar petugas di jalan tol.

Jaksa juga menyebut Alvarez-Gonzalez sempat merekam aksinya saat mencari agen federal yang sedang bertugas. Dalam rekaman itu, dia mengaku sudah memanggil “bala bantuan”. Dia juga diketahui punya lencana FBI palsu.

Atas perbuatannya, dia dijerat satu dakwaan menyamar sebagai agen federal dan tiga dakwaan kepemilikan senjata api ilegal. Pengacaranya belum memberikan komentar.

Selain itu, Alvarez-Gonzalez sudah lama tinggal di AS dengan visa turis yang kedaluwarsa sejak puluhan tahun lalu.

Baca juga : Gandeng Saudi German Hospital, Layanan Kesehatan Haji Siap 24 Jam

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Kamis, 30 April 2026 dengan judul "Nyamar Jadi Agen Patroli Untuk Gagalkan Deportasi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.