Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Zulhas Urai Kerumitan Regulasi, Pengolahan Sampah Jadi Listrik Dikebut
Senin, 4 Mei 2026 07:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan berhasil mengurai kerumitan regulasi proyek pengolahan sampah di Tanah Air. Di bawah koordinasinya, proses yang sebelumnya bisa memakan waktu hingga 10 tahun kini dipangkas dan dipercepat melalui penyederhanaan aturan.
Percepatan itu mulai terlihat di lapangan. Salah satunya pada proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan. Proyek yang mulai dibangun akhir 2024 tersebut kini telah mencapai progres 83 persen dan ditargetkan rampung pada Oktober 2026.
Zulhas, sapaan Zulkifli Hasan, meninjau langsung proyek PSEL di Kertapati, Palembang, pada Jumat (1/5/2026). Ia datang bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.
Zulhas mengatakan, kunjungan tersebut untuk melihat langsung implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Dia ingin memastikan aturan pengolahan sampah menjadi energi berbasis teknologi ramah lingkungan berjalan sesuai rencana.
Menurut Zulhas, percepatan pengolahan sampah terjadi setelah terbitnya Perpres 109 Tahun 2025 yang menggantikan Perpres 35 Tahun 2018. Aturan baru ini menyederhanakan prosedur sekaligus mempercepat konversi sampah menjadi energi, baik listrik, biogas, maupun biofuel.
Baca juga : Buntut Perang, Pengusaha Stres Dan Dilanda Ketakutan
Aturan tersebut juga memotong rantai birokrasi dan memperjelas peran masing-masing pihak dalam kerja sama. Dalam skema tersebut, swasta bertindak sebagai pengembang. Pemerintah daerah bertugas menyuplai sampah sesuai tarif yang ditetapkan. Sementara PLN menangani distribusi listrik.
“Aturan ini kita sederhanakan supaya proyek bisa berjalan cepat. Dulu bisa sampai 10 tahun,” ungkapnya.
Selain itu, kata Zulhas, PSEL Palembang adalah salah satu proyek pionir pengolahan sampah modern di Indonesia. Selain mengurangi volume sampah, fasilitas ini juga akan menghasilkan energi listrik. Dari hasil peninjauan diketahui progres pembangunan sudah mencapai 83 persen.
"Ini proyek penting. Kita percepat agar persoalan sampah bisa segera tertangani dan juga menghasilkan listrik. Progresnya sudah 83 persen. Artinya, tidak lama lagi bisa dioperasikan,” paparnya.
Zulhas menjelaskan, PSEL Palembang ditargetkan mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik sebesar 17,7 megawatt. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,8 juta jiwa, timbulan sampah di Palembang mencapai 1.260 ton per hari.
Baca juga : Dipastikan Presiden: Dunia Krisis, Kita Aman
Teknologi yang digunakan pun berupa insinerator (alat mesin pembakaran) modern. Sampah dibakar dengan suhu tinggi sehingga aman dan ramah lingkungan.
“Jadi tidak menimbulkan bau, tidak menghasilkan racun berbahaya, dan tetap ramah lingkungan. Ini solusi untuk kota besar,” jelasnya.
Dengan kemudahan skema dan penyederhanaan aturan ini, Zulhas berharap model proyek seperti PSEL Palembang dapat diterapkan di berbagai daerah lain sehingga penanganan sampah bisa berjalan lebih cepat dan merata.
“Kita targetkan enam bulan semua persyaratan selesai. Tahun 2027, daerah yang darurat sampah harus sudah tertangani,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Zulhas juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar proyek serupa tidak kembali terhambat. “Proyek seperti ini harus segera dirasakan manfaatnya,” ujarnya.
Baca juga : 80 Persen Masih Impor, Urusan LPG Perlu Terobosan Radikal
Pemerintah berharap PSEL Palembang dapat menjadi model nasional dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan. Selain mengurangi beban sampah, proyek ini juga diharapkan mendukung penyediaan energi alternatif di berbagai daerah.
Sementara itu, Gubernur Herman Deru menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan PSEL di wilayahnya.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian langsung dari pemerintah pusat. Ini menjadi solusi nyata bagi persoalan sampah di Sumatera Selatan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi siap mendukung percepatan operasional fasilitas tersebut. “Kami berkomitmen untuk mendukung penuh agar PSEL ini segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Herman Deru.
Menurutnya, kehadiran PSEL menjadi solusi jangka panjang dalam menyelesaikan persoalan lingkungan. Mengurangi sampah sekaligus memberikan nilai tambah dalam bentuk energi baru terbarukan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya