Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menjalin kerja sama dengan Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN) dalam pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi zakat, infak dan sedekah (ZIS) di dalam dan luar negeri.
Ketua BAZNAS, Sodik Mudjahid mengapresiasi dukungan Kementerian PPN dalam upaya mengoptimalkan potensi ZIS secara nasional. Sodik menekankan sumber zakat di Indonesia sangat beragam dan memiliki potensi besar.
Mulai dari lembaga pemerintah, BUMN dan BUMD, TNI-Polri, hingga sektor usaha seperti pertanian, peternakan, perikanan, jasa, perdagangan, dan keuangan.
Baca juga : Jelang Kejurnas 2026, PP ASKI Optimalisasi Persiapan
"Selain itu, zakat perusahaan, dana sosial keagamaan, serta zakat profesi dari tenaga kesehatan, akuntan, pengacara, hingga pekerja kreatif juga memiliki kontribusi signifikan," kata Sodik saat melakukan pertemuan dengan Menteri PPN Rachmat Pembudy di Kantor PPN, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Sodik juga menyoroti besarnya potensi zakat dari diaspora Indonesia di luar negeri. Menurutnya, penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di kantor perwakilan RI menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan penghimpunan ZIS.
"UPZ di KBRI dapat dibentuk tanpa memerlukan anggaran besar dan sekaligus mendukung pembinaan masyarakat Indonesia di luar negeri. Karena itu, kami berharap dukungan Bappenas untuk memaksimalkan potensi tersebut," ungkapnya.
Sodik menambahkan, dukungan Kementerian PPN terhadap pengadaan DTSEN menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat.
Baca juga : BAZNAS Ajak Media Perkuat Dakwah Zakat
Data tersebut dinilai sebagai aset strategis karena mencakup informasi mengenai kelompok mustahik dan muzaki.
"Dengan adanya akses terhadap DTSEN, BAZNAS dapat lebih optimal dalam melakukan mobilisasi dan pendayagunaan ZIS secara tepat sasaran," ujarnya.
Di kesempatan sama, Menteri PPN Rachmat Pambudy menyatakan komitmennya untuk mendukung BAZNAS, khususnya dalam pemanfaatan DTSEN guna meningkatkan efektivitas pengumpulan serta pemerataan distribusi ZIS.
"Bappenas berupaya agar data yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa melanggar regulasi. Integrasi data sangat memungkinkan dilakukan sepanjang tujuan dan dasar hukumnya jelas," sambung Rachmat.
Baca juga : RSV Dan 100 Ribu Kematian Setiap Tahun
Ia juga mengapresiasi capaian BAZNAS yang dinilai telah menunjukkan kinerja positif, meski masih terdapat ruang peningkatan dalam mengoptimalkan potensi zakat nasional.
"Potensi zakat nasional diperkirakan mencapai sekitar Rp 327 triliun, namun realisasinya baru sekitar 10 persen," ucapnya.
Rachmat menambahkan, peningkatan penghimpunan ZIS perlu dilakukan secara bertahap. Meski tidak realistis untuk melonjak drastis dalam waktu singkat, target jangka menengah dinilai tetap dapat dicapai.
"Dengan arahan Presiden, target lima tahun menuju sekitar Rp 162 triliun sangat memungkinkan. Kami mendukung BAZNAS dalam mengoptimalkan potensi ZIS demi kesejahteraan umat dan keberkahan bangsa," pungkas Rachmat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya