Dark/Light Mode

Revitalisasi SD Negeri Sinuian Hadirkan Ruang Belajar Layak, Gerakkan Ekonomi

Kamis, 30 April 2026 17:54 WIB
Foto: Kemendikdasmen.
Foto: Kemendikdasmen.

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya penguatan karakter peserta didik di Sulawesi Utara berjalan seiring dengan pembenahan infrastruktur pendidikan. Di SD Negeri Sinuian, kondisi bangunan sekolah sebelumnya sangat memprihatinkan.

Dari enam ruang kelas yang ada, hanya satu yang dinyatakan layak untuk kegiatan belajar mengajar.

Menjawab kondisi tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya revitalisasi total sekolah.

“Sekolah ini kondisinya sudah sangat tidak layak untuk kegiatan belajar-mengajar. Karena itu akan kita bangun kembali pada tahun 2026,” tegasnya.

Baca juga : KKV Resmi Masuk Indonesia, Hadirkan Pengalaman Belanja Yang Lebih Interaktif

Revitalisasi dilakukan secara menyeluruh dengan total anggaran sebesar Rp 2,131 miliar.

Program ini mencakup rehabilitasi enam ruang kelas, ruang administrasi, perpustakaan, pembangunan toilet, serta penataan lingkungan sekolah.

Bangunan sekolah juga dirancang bertingkat agar lebih representatif dan mampu memenuhi kebutuhan pembelajaran jangka panjang.

Abdul Mu’ti menjelaskan, program ini tidak hanya berdampak pada siswa, tetapi juga memberi efek ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pelaksanaan revitalisasi menggunakan sistem swakelola yang menyerap tenaga kerja lokal.

Baca juga : Dukung SDM Unggul, ASDP Hadirkan Fasilitas Belajar Modern Inklusif

Selain itu, bahan bangunan diprioritaskan dibeli dari toko-toko di sekitar sekolah sehingga turut menggerakkan perekonomian setempat.

Secara nasional, revitalisasi SD Negeri Sinuian merupakan bagian dari agenda besar pemerataan kualitas pendidikan. Khusus di Sulawesi Utara, sebanyak 255 sekolah masuk dalam program revitalisasi tahun 2026.

Untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), program ini mencakup daerah Sitaro (21 sekolah), Sangihe (4 sekolah), dan Talaud (24 sekolah).

Revitalisasi fisik sekolah juga diiringi dengan penguatan karakter peserta didik. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjalankan program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” dan “Pagi Ceria”, yang meliputi pembiasaan berdoa, menyanyikan lagu kebangsaan, serta kegiatan positif di awal hari.

Baca juga : Raja Negeri Ouw Tegaskan Penolakan Terhadap Gerakan Separatis RMS

Pendekatan ini menekankan bahwa lingkungan belajar yang layak dan pembentukan karakter merupakan dua hal yang saling melengkapi.

Model tersebut tidak hanya diterapkan di Minahasa, tetapi juga dirancang menjadi gerakan nasional guna memastikan setiap anak Indonesia dapat belajar di lingkungan yang aman, layak, dan bermakna.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.