Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Luhut Minta Maaf Ke Investor Global Soal Gejolak Pasar Keuangan RI
Kamis, 21 Mei 2026 17:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meminta maaf kepada investor dan manajer investasi global di Singapura terkait kondisi pasar keuangan Indonesia yang mengalami gejolak akibat sentimen geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia.
“Mengingat kita memiliki beberapa masalah di sini dan di sana, dan saya minta maaf juga, mungkin beberapa dari Anda memiliki dampak negatif karena situasi ini,” kata Luhut dalam video pertemuan yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Kamis (21/5/2026).
Meski demikian, Luhut menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang cukup kuat dibandingkan sejumlah negara lain.
Baca juga : Pemri Kecam Israel Cegat Global Sumud Flotilla, Prioritaskan Perlindungan WNI
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini mencapai 5,61 persen dengan tingkat inflasi sekitar 2,4 persen yang dinilai masih dapat dikelola dengan baik di tengah tekanan global.
“Tapi saya juga bisa memberitahu Anda, inflasi kita masih bisa dikelola dengan baik, kira-kira di 2,4 persen. Kita berusaha untuk tidak menurun,” ujarnya.
Menurut dia, pemerintah terus memantau dampak kenaikan harga minyak terhadap ekonomi nasional, termasuk pengaruhnya terhadap harga barang dan daya beli masyarakat.
Baca juga : Bali Disiapkan Jadi Pusat Keuangan Dan Kesehatan
Luhut mengungkapkan dirinya telah menyampaikan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah mulai menyiapkan langkah antisipasi setelah Juli 2026.
Ia menilai stimulus ekonomi perlu dipersiapkan guna menjaga konsumsi masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional apabila tekanan harga minyak terus berlanjut.
“Tapi saya juga ingatkan kepada Presiden, kita harus melihat dengan jelas setelah Juli. Jadi, kita juga harus mempersiapkan stimulus untuk menjaga ekonomi kita,” kata Luhut.
Baca juga : PBSI Minta Maaf, Tim Thomas Indonesia Gagal Lolos Fase Grup
Menurut dia, dampak kenaikan harga minyak terhadap harga barang diperkirakan mulai terasa dalam beberapa bulan ke depan.
Karena itu, pemerintah disebut terus melakukan simulasi dan perhitungan fiskal agar kondisi ekonomi domestik tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya