Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pemprov dan DPR Apresiasi Kesuksesan Program Prioritas Kemendikdasmen di NTT
Selasa, 5 Mei 2026 19:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Implementasi Program dan Sinkronisasi Kebijakan Daerah, Senin (4/5/2026).
Dalam forum tersebut, Pemerintah Provinsi NTT dan Komisi X DPR menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program prioritas Kemendikdasmen yang dinilai berjalan efektif di wilayah NTT.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan, komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan sektor pendidikan.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan aspek akademik, tetapi juga mencakup dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Ia juga memaparkan sejumlah fokus pengembangan pendidikan, termasuk mendorong kreativitas dan inovasi peserta didik serta penguatan karakter dan kewirausahaan generasi muda.
Baca juga : Dewi Yustisiana Apresiasi Program Listrik Desa ESDM, Pemerataan Energi Nasional
“Sebagai langkah konkret, kami telah meluncurkan program Gerakan Jam Belajar Masyarakat melalui Peraturan Gubernur. Program ini menetapkan waktu belajar masyarakat mulai pukul 18.00 sampao 19.30 WITA, dengan tujuan menghidupkan kembali budaya belajar di lingkungan keluarga dan masyarakat,” paparnya.
Gubernur Melki turut mengapresiasi berbagai program Kemendikdasmen, seperti revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta distribusi tenaga pendidik yang dinilai membantu mengurangi kesenjangan pendidikan di daerah.
“Mari bersama-sama membangun Indonesia. Membangun NTT melalui pendidikan yang berkualitas,” ajaknya.
Senada, Anggota Komisi X DPR Anita Jacoba Gah menekankan pentingnya sinergi kebijakan antar pemangku kepentingan dalam memajukan pendidikan di NTT yang memiliki tantangan geografis dan sosial.
Ia juga menyoroti peran strategis guru sebagai kunci dalam pembangunan kualitas pendidikan dan peradaban bangsa.
Baca juga : Resmikan 13 Program Unggulan, Mendikdasmen: Rekor Terbanyak Saya
"Saya mengusulkan penataan kebutuhan guru dan tenaga kependidikan berbasis data riil, guna memastikan rekrutmen, distribusi, dan penempatan yang tepat sasaran. Serta program afirmasi khusus bagi daerah terpencil dengan insentif yang layak dan pelatihan berjenjang,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Anita mengajak seluruh pihak menjadikan rakor ini sebagai momentum menghasilkan langkah konkret bagi kemajuan pendidikan di NTT.
“Tidak ada tantangan yang terlalu besar jika kita bersatu, dan tidak ada keterbatasan yang tidak dapat diatasi jika kita memiliki komitmen bersama untuk memajukan pendidikan NTT menjadi lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, berbagai program yang dijalankan bertujuan untuk memastikan layanan pendidikan bermutu dapat diakses secara merata di seluruh Indonesia.
Ia menyebut, Kemendikdasmen tengah membangun infrastruktur kebijakan pendidikan yang mencakup aspek fisik dan pedagogis.
Baca juga : Ada Peran Dasco di Balik Kunjungan Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan KA
“Secara nasional, tahun ini kami menargetkan revitalisasi lebih dari 11.000 satuan pendidikan dengan dukungan anggaran sekitar Rp 14 triliun. Prioritas diberikan kepada daerah terdampak bencana, wilayah 3T, serta sekolah dengan kondisi rusak berat,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran melalui program digitalisasi sekolah, pelatihan guru, serta dukungan perangkat dan sistem data.
Mu’ti menegaskan bahwa guru merupakan aktor utama dalam transformasi pendidikan, sehingga perlu terus meningkatkan kompetensi dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Kami juga mendorong pembiasaan positif melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Seluruh program ini dirancang untuk memastikan kualitas pendidikan semakin baik dan merata,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya