Dark/Light Mode

Gelar Kelas Jurnalis HAM Di Bandung

Pigai Minta Pers Terus Kawal HAM Dan Demokrasi

Sabtu, 23 Mei 2026 07:00 WIB
Menteri Hak Asasi Manusia (Menham) Natalius Pigai menyampaikan keynote speech dalam pembukaan Kelas Jurnalis HAM di Green Forest, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (20/5/2026). Dalam forum itu, Pigai menegaskan pers memiliki peran penting sebagai penyeimbang demokrasi dan pengawal pembangunan HAM di Indonesia. Foto: Dok. KEMENHAM
Menteri Hak Asasi Manusia (Menham) Natalius Pigai menyampaikan keynote speech dalam pembukaan Kelas Jurnalis HAM di Green Forest, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (20/5/2026). Dalam forum itu, Pigai menegaskan pers memiliki peran penting sebagai penyeimbang demokrasi dan pengawal pembangunan HAM di Indonesia. Foto: Dok. KEMENHAM

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Hak Asasi Manusia (Menham) Natalius Pigai meminta pers tetap menjadi penyeimbang demokrasi di tengah tantangan industri media dan derasnya arus informasi digital.

Hal itu disampaikan Pigai saat membuka Kelas Jurnalis HAM yang digelar Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemham) di Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (20/5/2026).

Kemham menggelar kegiatan tersebut selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat (20-22/5/2026). Puluhan jurnalis dari media cetak, televisi, radio dan media online mengikuti agenda tersebut. Jurnalis Rakyat Merdeka Fajar El Pradianto turut menjadi peserta.

Hadir pula perwakilan sejumlah organisasi profesi pers, antara lain Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), serta organisasi lainnya.

Program tersebut digelar untuk memperkuat literasi HAM, membangun kesadaran publik, sekaligus mendorong pemberitaan yang berimbang dan berperspektif HAM.

Kegiatan ini digelar untuk memperkuat sinergi pemerintah dan insan pers dalam pembangunan peradaban HAM di Indonesia.

Sejak hari pertama, agenda berlangsung padat. Peserta berangkat dari Jakarta menuju Lembang sejak pagi. Setibanya di lokasi, peserta langsung registrasi dan mengikuti pembukaan Kelas Jurnalis HAM bertema “Media Pers dan Pembangunan HAM”.

Baca juga : Target Pariwisata Bukan Hanya Turis, Tapi Bisa Kerek Ekonomi

Acara dibuka Menham Natalius Pigai. Mengenakan kemeja putih lengan panjang, Pigai menyampaikan keynote speech mengenai hubungan media, demokrasi, dan tantangan jurnalisme modern.

Menurut Pigai, media massa dan jurnalis memiliki posisi penting dalam menjaga demokrasi sekaligus menyuarakan hak asasi manusia di Indonesia. “Media atau jurnalis adalah lilin kecil yang menerangi lorong kegelapan,” tutur Pigai.

Dia juga mengenang perjalanan hidupnya saat menjadi aktivis dan komisioner HAM. Pigai mengaku pernah dua kali dilaporkan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ketika menangani berbagai persoalan HAM di Indonesia.

Namun, pengalaman tersebut justru memperkuat keyakinannya untuk tetap membela masyarakat kecil dan menjaga prinsip kemanusiaan.

“Kebenaran tidak pernah kalah, sekali pun sering terlihat sedang dikalahkan,” katanya.

Pigai menyebut, hubungan Pemerintah dan media sesungguhnya saling membutuhkan. Media bukan lawan pemerintah, melainkan penyeimbang dalam menjaga demokrasi dan pembangunan bangsa.

“Kita adalah satu kesatuan ya,” tegasnya.

Baca juga : Demokrat Dukung Prabowo Jaga Stabilitas Ekonomi

Pigai menjelaskan, media memiliki tiga fungsi utama dalam kehidupan demokrasi modern, yakni membuka ruang partisipasi publik, menjadi pembela HAM, dan menjadi pilar demokrasi.

“Pers ikut membuka fakta yang tidak terlihat publik,” jelasnya.

Dia juga menyinggung perubahan industri media global yang kini banyak berada di bawah pengaruh korporasi besar. Meski begitu, Pigai percaya jurnalis masih memiliki ruang menjaga integritas dan independensi.

“Integritas dan independensi jurnalis hari ini sangat dibutuhkan masyarakat,” paparnya.

Pigai menilai, tantangan media semakin kompleks karena harus menghadapi tekanan industri, sekaligus tuntutan kecepatan informasi di era digital.

Dia turut menyoroti budaya bad news is good news yang masih menyedot perhatian publik.

“Kalau berita negatif pasti banyak orang akan baca. Penasaran ya,” ucapnya.

Baca juga : Demokrat Kalsel Buka Peluang Calon Eksternal

Meski demikian, Pigai menilai media yang mampu bertahan lama justru media yang menjaga objektivitas dan kepercayaan publik.

“Media yang bertahan lama biasanya dipercaya publik,” katanya.

Pigai menegaskan, kritik media menjadi bagian penting bagi Pemerintah. Kritik objektif dinilai diperlukan agar demokrasi tetap sehat.

“Kalau tidak ada kritik, Pemerintah bisa kehilangan kontrol,” ucapnya. JAR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Sabtu, 23 Mei 2026 dengan judul "Gelar Kelas Jurnalis HAM Di Bandung Pigai Minta Pers Terus Kawal HAM Dan Demokrasi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.