Dark/Light Mode

Dari Sumatera Hingga Papua

Pemerintah Kebut Bangun Rel Kereta 10 Ribu Kilometer

Minggu, 14 Juni 2026 07:00 WIB
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (tengah). Foto: TEDY OCTARIAWAN KROEN / RM
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (tengah). Foto: TEDY OCTARIAWAN KROEN / RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mempercepat pengembangan jaringan kereta api nasional hingga mencapai 10.524 kilometer (km). Pengembangan yang menjangkau Sumatera hingga Papua itu disiapkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, menekan biaya logistik dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi telah melaporkan rencana tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Dudy mengatakan, pengembangan jaringan kereta api nasional bukan sekadar pembangunan infrastruktur transportasi. Namun juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksesibilitas lebih baik, biaya logistik lebih efisien, serta peluang ekonomi semakin terbuka di berbagai daerah,” kata Dudy dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/6/2026).

Eks Komisaris PLN ini mengungkapkan, hingga saat ini jaringan kereta api aktif nasional telah mencapai sekitar 6.927 km yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Papua.

Dia menargetkan, pengembangan jaringan hingga mencapai 10.524 km. Termasuk pengembangan jaringan kereta perkotaan sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat.

Baca juga : MBG Bakal Jadi Mesin Pengentas Kemiskinan

Adapun, pengembangan jaringan dilakukan sesuai karakteristik masing-masing wilayah.

Di Sumatera, pembangunan difokuskan untuk mendukung angkutan barang dan mobilitas masyarakat.

“Sementara itu, di Kalimantan, Sulawesi dan Papua, pengembangan diarahkan untuk memperkuat distribusi komoditas unggulan serta mendukung aktivitas ekonomi daerah,” ujar Dudy.

Sejumlah proyek strategis yang tengah didorong Pemerintah antara lain pembangunan jaringan Kereta Api Trans Sumatera, pengembangan kereta logistik di Kalimantan, penyelesaian pengoperasian Kereta Api Makassar-Parepare, serta pengembangan layanan kereta api perkotaan di berbagai wilayah.

Di Pulau Jawa, pengembangan juga mencakup peningkatan kapasitas layanan perkotaan, elektrifikasi jalur, serta pengembangan jaringan kereta semi cepat dan kereta cepat.

Baca juga : Soal Usulan Hak Angket Gubernur Kaltim, Demokrat Dan PAN Tak Beri Dukungan

“Kami mengembangkan kereta logistik dan wisata, termasuk jaringan perkeretaapian di Sumatera, untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang, mengurangi beban jalan, dan mendorong ekonomi daerah,” jelasnya.

Dudy menambahkan, Pemerintah juga terus mengembangkan layanan gerbong kereta khusus bagi petani dan pedagang yang saat ini telah beroperasi di sejumlah daerah, seperti Lebak, Garut, Cilacap, Yogyakarta, Solo, Semarang, Blitar, Jember hingga Banyuwangi.

Menurut Dudy, penguatan jaringan perkeretaapian akan mendukung pemerataan pembangunan dengan menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan industri, kawasan pertanian, pelabuhan, bandara, hingga destinasi pariwisata.

Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh akses transportasi yang lebih cepat, nyaman, dan terjangkau.

“Kami juga mendorong keterlibatan Pemda, badan usaha, operator, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan perkeretaapian nasional dapat berjalan lebih cepat, berkelanjutan, dan tetap mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama,” tegasnya.

Baca juga : PKB Beri Karpet Merah Kepada Generasi Muda

Melalui pengembangan jaringan kereta api nasional tersebut, Menhub optimistis perkeretaapian akan semakin berperan sebagai tulang punggung transportasi massal dan logistik Indonesia.

“Kehadiran jaringan rel yang semakin luas diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat daya saing nasional, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih maju dan terhubung,” jelasnya. KPJ

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Minggu, 14 Juni 2026 dengan judul "Dari Sumatera Hingga Papua Pemerintah Kebut Bangun Rel Kereta 10 Ribu Kilometer"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.