Dark/Light Mode

Jepang-WHO Bergandengan Atasi Kesenjangan Imunisasi Indonesia

Jumat, 5 Juni 2026 20:38 WIB
Orang tua di Papua membawa anak-anak mereka ke posyandu setiap bulan untuk menjalani imunisasi rutin dan pemeriksaan kesehatan. Upaya-upaya ini penting di tengah ancaman baru penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi di Indonesia. (Foto WHO/Fieni Aprilia)
Orang tua di Papua membawa anak-anak mereka ke posyandu setiap bulan untuk menjalani imunisasi rutin dan pemeriksaan kesehatan. Upaya-upaya ini penting di tengah ancaman baru penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi di Indonesia. (Foto WHO/Fieni Aprilia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Jepang menggandeng World Health Organization (WHO) menangani kejadian luar biasa (KLB) – atau peningkatan kasus atau penyebaran secara cepat – penyakit campak dan rubela serta mengatasi masalah kesenjangan imunisasi di Indonesia. 

Inisiatif “No Child Left Behind: Ending deadly measles-rubella outbreaks and closing immunization gaps in Indonesia” tersebut merupakan program bantuan hibah dari Anggaran Tambahan Tahun Fiskal Jepang 2025 dan akan berlangsung selama satu tahun sejak Maret 2026.

Dukungan tersebut diberikan menyusul meningkatnya ancaman penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi, terutama di Sumatra Utara dan Papua. Data menunjukkan, cakupan dosis pertama vaksin campak-rubela di Papua baru mencapai 46,2 persen pada 2024.

Pada tahun yang sama, hampir 83 ribu anak di Sumatra Utara dan Papua belum menerima dosis pertama vaksin MR, sementara sekitar 150 ribu anak lainnya belum memperoleh dosis kedua.

Baca juga : Saudi Apresiasi Langkah Besar Perbaikan Haji Indonesia

Kondisi tersebut membuat puluhan ribu anak rentan terpapar penyakit dan memicu terjadinya kejadian luar biasa (KLB) secara berulang. Terutama di wilayah terpencil dengan sistem surveilans dan respons kesehatan yang masih terbatas.

Hingga April 2026, tercatat lebih dari 2.131 kasus campak terkonfirmasi laboratorium di Indonesia. Saat ini, sebanyak 25 provinsi dan 252 kabupaten/kota masuk kategori daerah berisiko tinggi.

Melalui program ini, Pemerintah Jepang dan WHO akan memperkuat layanan imunisasi rutin, meningkatkan deteksi dini serta respons terhadap wabah, sekaligus membangun kapasitas tenaga kesehatan di daerah prioritas seperti Sumatra Utara dan Papua.

Selain itu, program juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektor dengan melibatkan kementerian dan lembaga terkait, organisasi masyarakat sipil, dunia pendidikan, tokoh agama, serta pemimpin komunitas guna memastikan cakupan imunisasi dapat meningkat secara berkelanjutan.

Baca juga : Italia Menang Tipis, Belanda Dipermalukan Aljazair Jelang Piala Dunia 2026

Perwakilan WHO untuk Indonesia, Dr N. Paranietharan, mengatakan dukungan Jepang hadir pada saat yang sangat penting ketika Indonesia menghadapi kembali peningkatan kasus campak.

"Dengan dukungan Pemerintah Jepang, WHO bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk memperkuat sistem imunisasi, meningkatkan surveilans penyakit, dan melindungi masyarakat di wilayah yang paling sulit dijangkau," ujarnya.

Sementara itu, Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Myochin Mitsuru, menegaskan komitmen Jepang untuk terus mendukung pembangunan kesehatan di Indonesia. Menurutnya, memastikan setiap anak memperoleh vaksin penyelamat jiwa merupakan langkah penting, tidak hanya untuk melindungi masyarakat dan memperkuat keamanan kesehatan, tetapi juga mencegah penyebaran penyakit lintas negara.

"Jepang akan terus bekerja sama dengan berbagai mitra untuk mendukung upaya Indonesia mencapai Universal Health Coverage (UHC) serta membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan," kata Mitsuru.

Baca juga : Airlangga Kawal Aksesi Indonesia Masuk OECD

Kemitraan WHO dan Pemerintah Jepang di Indonesia telah berlangsung selama bertahun-tahun. Melalui program terbaru ini, kedua pihak kembali menegaskan komitmennya untuk melindungi anak-anak Indonesia, mencegah krisis kesehatan di masa depan, serta memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.