Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kesepakatan AS-Iran Belum Final, Trump: Kalau Saya Tak Suka, Pemboman Berlanjut
- Mentan Amran Targetkan Swasembada Bawang Putih Dalam 3 Tahun
- Batal Ke Rusia, Prabowo Fokus Tuntaskan Agenda Dalam Negeri
- PLN Indonesia Power Dukung Kids English Fun 2026, Cetak Generasi Unggul
- Austria Tekuk Yordania, Tempel Argentina di Klasemen Grup J
Pemerintah Manfaatkan Libur Sekolah Untuk Evaluasi Dan Penataan SPPG
Rabu, 17 Juni 2026 20:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memanfaatkan masa libur sekolah untuk melakukan evaluasi dan penataan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan operasional dapur SPPG dihentikan sementara selama masa libur sekolah untuk memberikan ruang bagi proses evaluasi secara menyeluruh.
"Kebetulan memang sekolah kita sedang memasuki masa libur dan salah satu kebijakan yang sudah diambil oleh pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) adalah menghentikan sementara kegiatan dapur-dapur yang menyuplai MBG selama masa libur sekolah," kata Qodari dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, masa libur yang relatif panjang memberikan kesempatan bagi pemerintah untuk meninjau berbagai aspek operasional SPPG, mulai dari kondisi fasilitas hingga kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.
Baca juga : Persatuan Indonesia Hadirkan Ruang Belajar Dan Pelatihan Gratis untuk Anak Muda
Evaluasi tersebut mencakup kondisi sarana dan prasarana, proses memasak, penerapan standar kesehatan dan kebersihan, serta kualitas pangan yang disediakan bagi siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita penerima manfaat program MBG.
Qodari mengatakan evaluasi yang selama ini telah berjalan akan diperkuat dengan standar kedisiplinan yang lebih tinggi agar kualitas layanan SPPG semakin baik.
Sebagai bagian dari upaya perbaikan tata kelola, pemerintah juga berencana menerapkan sistem penilaian atau grading terhadap SPPG. Dalam skema tersebut, SPPG akan dikelompokkan ke dalam beberapa kategori berdasarkan kualitas layanan yang diberikan.
"Ke depan SPPG akan mengalami grading atau evaluasi. Akan ada kelas-kelas SPPG, misalnya kategori A untuk yang terbaik, B untuk yang sedang, dan C untuk yang masih perlu perbaikan," ujarnya.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Seleksi 101 Calon Pelaut Andal di Lima Kota
Ia menjelaskan hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar pemberian insentif. SPPG dengan kualitas lebih baik akan memperoleh insentif yang lebih besar dibandingkan dengan unit yang memiliki nilai lebih rendah.
Selain itu, pemerintah melalui BGN juga menyiapkan sejumlah langkah lanjutan untuk memperkuat pelaksanaan program MBG, termasuk moratorium pembangunan SPPG baru.
Menurut Qodari, kebijakan tersebut diambil karena jumlah SPPG yang telah beroperasi dinilai cukup dan saat ini pemerintah lebih memprioritaskan penataan serta peningkatan kualitas unit yang sudah ada.
Pemerintah juga tengah mengkaji kembali mekanisme pemberian insentif kepada SPPG. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah mengaitkan besaran insentif dengan jumlah penerima manfaat yang dilayani.
Baca juga : Zulfan Lindan: Safari Jokowi Untuk Silaturahmi Dengan Rakyat
"Fokusnya adalah memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kualitas layanan agar manfaat Program Makan Bergizi Gratis dapat diterima masyarakat secara optimal," kata Qodari.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Dengan evaluasi dan penataan yang dilakukan selama masa libur sekolah, pemerintah berharap kualitas layanan SPPG dapat semakin meningkat saat kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya