Dark/Light Mode

Zulfan Lindan: Safari Jokowi Untuk Silaturahmi Dengan Rakyat

Jumat, 12 Juni 2026 13:50 WIB
Ketua Umum Gentara Zulfan Lindan. (Dok. Ist)
Ketua Umum Gentara Zulfan Lindan. (Dok. Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Gerakan Nusantara (Gentara) Zulfan Lindan menegaskan rencana safari Presiden ke-7 Joko Widodo ke sejumlah daerah tidak boleh dimaknai sebagai upaya "turun gunung" untuk membenahi keadaan bangsa atau campur tangan terhadap pemerintahan yang sedang berjalan.

Pernyataan itu disampaikan Zulfan setelah bertemu dan berdiskusi selama lebih dari dua jam dengan Jokowi di kediamannya di Sumber, Solo, Jawa Tengah.

Menurut Zulfan, anggapan bahwa safari tersebut merupakan langkah politik atau bentuk intervensi terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan penafsiran yang keliru.

"Kalau selama hampir dua tahun rakyat berbondong-bondong datang ke Solo menemui Pak Jokowi, maka sangat wajar hari ini Pak Jokowi ingin membalas silaturahmi tersebut dengan mendatangi rakyatnya secara langsung. Ini bukan soal politik, bukan soal kekuasaan, melainkan soal hubungan batin antara seorang pemimpin dengan rakyat yang pernah dipimpinnya," kata Zulfan dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2026).

Baca juga : BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Haji Untuk Mustahik Dan Peternak Lokal

Zulfan menjelaskan, sejak menyelesaikan masa jabatannya pada Oktober 2024, rumah Jokowi di Jalan Kutai, Sumber, Solo, hampir setiap hari didatangi masyarakat dari berbagai daerah. Mereka datang untuk bersalaman, berfoto, menyampaikan doa, serta mengucapkan terima kasih atas pengabdian Jokowi selama memimpin Indonesia.

Karena itu, kata dia, keinginan Jokowi mengunjungi sejumlah daerah merupakan bentuk balasan atas perhatian dan dukungan masyarakat yang selama ini datang menemuinya.

Ia menyebut antusiasme masyarakat mulai terlihat menjelang rencana kunjungan Jokowi ke sejumlah daerah, termasuk Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Barat.

Menurut Zulfan, safari tersebut sebaiknya dipandang sebagai silaturahmi kebangsaan, bukan aktivitas politik.

Baca juga : Safari Jokowi & Dampak Politiknya

"Masyarakat jangan melihat ini sebagai aktivitas politik. Lihatlah sebagai silaturahmi kebangsaan. Pak Jokowi ingin bertemu rakyat yang selama ini datang ke rumah beliau. Beliau ingin menyapa mereka, mendengar cerita mereka, melihat langsung perkembangan daerah, sekaligus menikmati keindahan Indonesia yang selama ini dibangun bersama seluruh rakyat," ujarnya.

Zulfan juga menilai tidak ada alasan mengaitkan agenda tersebut dengan upaya cawe-cawe terhadap pemerintahan Presiden Prabowo. Menurutnya, pemerintahan saat ini memiliki legitimasi yang kuat dan tengah menjalankan agenda pembangunan sesuai mandat rakyat.

"Pak Jokowi menghormati pemerintahan Presiden Prabowo. Justru sebagai negarawan, beliau ingin menjaga persatuan dan memperkuat optimisme rakyat. Safari ini adalah silaturahmi kebangsaan, bukan intervensi politik," tegasnya.

Ia menambahkan, safari kebangsaan itu juga memberi kesempatan bagi Jokowi untuk melihat secara langsung berbagai pembangunan infrastruktur yang dikerjakan selama masa pemerintahannya dan kini dimanfaatkan masyarakat.

Baca juga : Bulan Literasi Keuangan, Asuransi Sinar Mas Gelar Literasi Keuangan di UMPR

Zulfan menegaskan, kehadiran Jokowi di tengah masyarakat bukan karena Indonesia sedang menghadapi persoalan besar yang membutuhkan penyelamatan, melainkan sebagai bentuk menjaga hubungan dengan rakyat yang pernah dipimpinnya selama dua periode.

"Jokowi bukan turun gunung. Beliau datang untuk menyambung silaturahmi dengan rakyat Indonesia," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.