Dark/Light Mode

Ada Diskon Tiket Kereta, Kapal-Pesawat, Ini Jadwal Stimulus Semester II 2026

Selasa, 23 Juni 2026 05:51 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto : Kemenko perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto : Kemenko perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah baru saja meluncurkan paket stimulus ekonomi untuk semester II 2026. Salah satu program yang menjadi andalan adalah pemberian diskon tiket transportasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan paket stimulus tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Atas arahan Bapak Presiden, pada kesempatan ini kami mengumumkan stimulus ekonomi di semester kedua," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kemenko Perekonomian, Senin (22/6).

Pertama, pemerintah memberikan berbagai insentif transportasi mulai dari laut, darat, dan udara guna mendorong mobilitas masyarakat selama libur sekolah dan Natal-Tahun Baru (Nataru). Anggaran yang disiapkan sekitar Rp2,04 triliun.

"Untuk mendorong mobilitas masyarakat, arahan Bapak Presiden untuk diskon transportasi sekalian saja diumumkan untuk periode libur sekolah maupun libur Nataru," jelasnya.

Kedua, pemerintah juga memberikan insentif baru bagi para penulis berupa tarif khusus Pajak Penghasilan (PPh) final atas royalti sebesar 1,5 persen. 

Airlangga menyebut kebijakan tersebut merupakan salah satu janji kampanye Presiden Prabowo yang kini mulai direalisasikan.

Baca juga : Xhaka Bidik Piala Dunia Keempat, Siap Bawa Swiss Ukir Sejarah di 2026

Ketiga, di sektor industri, pemerintah menetapkan insentif berupa bea masuk 0 persen untuk impor LPG yang digunakan industri petrokimia. Kebijakan itu diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi hingga Rp2,25 triliun melalui penurunan biaya produksi dan efek berganda terhadap sektor terkait.

Keempat, pemerintah juga membebaskan bea masuk impor bahan baku plastik guna membantu menekan inflasi di tengah situasi geopolitik yang kembali memanas di Timur Tengah.

"Ini juga akan membantu terkait dengan inflasi, terutama karena hampir seluruh kemasan makanan menggunakan plastik, sambil kita menunggu perkembangan situasi," imbuhnya.

Kelima, tarif impor suku cadang pesawat juga diturunkan menjadi 0 persen untuk mendukung industri penerbangan dan meningkatkan daya saing industri perawatan pesawat atau maintenance, repair, and overhaul (MRO) nasional.

Keenam, pemerintah juga memperkuat program pengembangan sumber daya manusia melalui program magang dan vokasi yang akan digencarkan pada semester kedua tahun ini. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp6,26 triliun.

"Program magang dan vokasi ini akan kita dorong untuk dilaksanakan pada paruh kedua tahun ini sehingga dapat menjadi penggerak perekonomian masyarakat," kata Airlangga.

Ketujuh, di sisi perlindungan sosial, pemerintah melanjutkan program bantuan pangan selama tiga bulan, yakni Juli hingga September 2026. Program tersebut akan menjangkau 33,24 juta penerima dengan anggaran sebesar Rp17,54 triliun.

Baca juga : Menko Airlangga Temui Sefcovic, Kejar Ratifikasi IEU-CEPA Semester II 2026

Kedelapan, pemerintah juga menyiapkan program stabilisasi harga kedelai bagi perajin tahu dan tempe. Melalui program tersebut, pemerintah memberikan subsidi Rp2.000 per kilogram dengan kuota 250 ribu ton.

"Subsidi Rp2.000 per kilogram nantinya akan diberikan apabila harga kedelai berada di atas harga acuan pembelian, baik terkait bantuan beras maupun bantuan stabilisasi pangan," tegasnya.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan total anggaran yang akan dialokasikan untuk pemberian insentif pada periode libur sekolah serta Natal dan Tahun Baru mencapai Rp1,54 triliun.

"Total anggaran untuk insentif dan diskon transportasi selama dua momentum besar, yakni libur sekolah dan Natal-Tahun Baru, sebesar Rp1,54 triliun," jelas Dudy.

Pada periode libur sekolah, stimulus yang diberikan berupa diskon tiket kereta api sebesar 30 persen yang berlaku mulai 20 Juni hingga 5 Juli 2026. Selain itu, tarif dasar kapal Pelni juga dipotong 30 persen untuk periode 20 Juni hingga 15 Agustus 2026.

Pemerintah juga menggratiskan tarif jasa kepelabuhanan ASDP selama 20 Juni hingga 5 Juli 2026. Total anggaran yang disiapkan untuk program tersebut mencapai Rp190,5 miliar dengan target sekitar 3 juta penumpang.

Selain itu, pemerintah kembali memberikan subsidi Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi berjadwal. Insentif ini membutuhkan anggaran Rp472,7 miliar dan ditargetkan dinikmati oleh 2,3 juta penumpang.

Baca juga : Toyota Siap Ekspor Baterai Dari Indonesia Mulai Semester II-2026

Saat periode Nataru, stimulus yang disiapkan berupa diskon tiket kereta api sebesar 30 persen yang berlaku pada 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027.

Sementara itu, tarif dasar kapal Pelni dipangkas 30 persen untuk periode 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.

Pemerintah juga menggratiskan tarif jasa kepelabuhanan ASDP pada 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Pada periode yang sama, subsidi PPN DTP 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi kembali diberikan.

Total anggaran untuk program diskon transportasi pada periode Nataru mencapai Rp161,4 miliar untuk moda darat dan laut, serta Rp722 miliar untuk subsidi tiket pesawat

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.