Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menko Airlangga Temui Sefcovic, Kejar Ratifikasi IEU-CEPA Semester II 2026
Jumat, 5 Juni 2026 21:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Komisioner Perdagangan Uni Eropa Maros Sefcovic di sela Brussels Economic Security Forum, Belgia, Jumat (5/6/2026). Pertemuan tersebut membahas percepatan ratifikasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang ditargetkan selesai pada semester II 2026.
Airlangga dan Sefcovic sepakat mendorong penyelesaian berbagai tahapan yang diperlukan agar proses ratifikasi dapat berjalan sesuai target. Kedua pihak juga mempersiapkan langkah lanjutan menjelang kunjungan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan kunjungan Sefcovic ke Jakarta dalam waktu mendatang.
"Kami menargetkan proses ratifikasi IEU-CEPA dapat diselesaikan pada semester II 2026 sehingga implementasinya dapat dimulai pada awal 2027," kata Airlangga dalam keterangan tertulis kepada Rakyat Merdeka/RM.ID, Jumat (5/6/2026).
Baca juga : Menko Airlangga: Mulai 1 Juni, DSI Awasi Ekspor Batu Bara, Sawit Dan Ferroalloy
Pemerintah Indonesia dan Uni Eropa memandang IEU-CEPA sebagai salah satu instrumen penting untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua kawasan. Karena itu, penyelesaian ratifikasi menjadi prioritas agar manfaat kesepakatan dapat segera dirasakan pelaku usaha.
Dalam pembahasan tersebut, kedua pihak juga menyoroti manfaat penghapusan tarif perdagangan yang akan menjadi salah satu hasil utama implementasi IEU-CEPA. Sekitar 98 persen pos tarif perdagangan akan memperoleh fasilitas penghapusan tarif.
Bagi Indonesia, kesepakatan itu akan membuka akses yang lebih luas ke pasar Uni Eropa dengan tarif nol persen untuk sebagian besar produk ekspor nasional.
Baca juga : Luna Maya Hingga Maxime Bouttier Ramaikan Uniqlo In Motion 2026
Kesepakatan ini akan membuka peluang yang lebih besar bagi peningkatan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Uni Eropa.
Menurutnya, akses pasar yang semakin terbuka akan memperkuat daya saing produk Indonesia di kawasan Eropa sekaligus mendukung pertumbuhan ekspor nasional.
Selain IEU-CEPA, Airlangga dan Sefcovic juga membahas program Global Gateway Uni Eropa. Program tersebut diarahkan untuk mendukung berbagai proyek strategis, termasuk investasi dan pengembangan sektor mineral kritis.
Baca juga : BRI Jadi Bank Pertama di Indonesia Bersertifikasi ISO/IEC 25000
Kerja sama di bidang mineral kritis menjadi perhatian karena Indonesia tengah mempercepat program hilirisasi sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Sementara itu, Uni Eropa membutuhkan pasokan mineral strategis guna mendukung transisi energi dan pengembangan industri teknologi hijau.
"Kami juga membahas peluang kerja sama investasi melalui berbagai program strategis, termasuk pengembangan sektor mineral kritis yang menjadi perhatian kedua pihak," kata Airlangga.
Pertemuan tersebut menegaskan komitmen Indonesia dan Uni Eropa untuk memperkuat kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan. Jika ratifikasi dapat diselesaikan sesuai target pada semester II 2026, implementasi penuh IEU-CEPA diharapkan mulai berlaku pada awal 2027 dan menjadi tonggak baru hubungan ekonomi Indonesia-Uni Eropa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya