Dark/Light Mode

KSP Siap Bantu Uraikan Bottleneck Ketahanan Pangan

Dudung Puji Inovasi Menteri Imipas Manfaatkan Lahan Idle Lapas

Selasa, 23 Juni 2026 21:12 WIB
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman didampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto dalam diskusi
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman didampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto dalam diskusi "Laporan Implementasi Ketahanan Pangan Pada Kementerian Imigrasi Dan Pemasyarakatan" di Jakarta, Selasa (23/6/2026). KSP berjanji bakal membantu mengatasi berbagai bottleneck dalam pelaksanaan program Kemenimipas.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengapresiasi keberanian dan inovasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto dalam mengembangkan program ketahanan pangan berbasis pemanfaatan lahan idle di lingkungan pemasyarakatan. Program tersebut dinilai tidak hanya mendukung agenda ketahanan pangan nasional, tapi juga menghadirkan model pembinaan yang produktif bagi warga binaan. Pandangan tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) "Laporan Implementasi Ketahanan Pangan Pada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan" di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

"Di luar dugaan, banyak hal yang dilakukan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Bukan hanya pembinaan secara kemanusiaan kepada warga binaan, tetapi juga memanfaatkan lahan-lahan idle menjadi sesuatu yang produktif dan berdampak bagi masyarakat," kata Dudung.

"Ciri-ciri pemimpin yang hebat itu berani tampil beda dan inovatif," imbuhnya, memuji Menteri Imipas Agus Andrianto.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu bahkan berharap program yang dijalankan Kemenimipas dapat menjadi proyek percontohan bagi kementerian dan lembaga lain dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

"Selamat kepada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Mudah-mudahan ini menjadi pilot project bagi kementerian lainnya yang memiliki potensi lahan untuk dimanfaatkan mendukung ketahanan pangan," tukasnya.

Baca juga : Jaga Ketahanan Pangan, PKS Aceh Dorong Qanun Lahan Pertanian

Dudung juga menegaskan komitmen KSP untuk membantu mengatasi berbagai hambatan atau bottleneck yang masih dihadapi dalam pelaksanaan program. Terrmasuk persoalan pemanfaatan lahan, perizinan, koordinasi antarkementerian dan lembaga, hingga optimalisasi aset negara yang belum produktif.

Menurut dia, dukungan lintas sektor diperlukan agar program ketahanan pangan dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

"Nanti akan saya koordinasikan, saya komunikasikan. Karena lahan-lahan itu dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk perorangan, kelompok maupun organisasi," katanya.

Dudung menambahkan, masih terdapat jutaan hektare lahan idle yang berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi berbagai pihak, potensi tersebut dapat dioptimalkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus sosial.

Sementara itu, Anggota Komisi XIII DPR Agun Gunandjar Sudarsa menilai program ketahanan pangan yang dijalankan Kemenimipas sejalan dengan semangat sistem pemasyarakatan modern yang menempatkan pembinaan sebagai prioritas utama.

Baca juga : Program Ketahanan Pangan Kemenimipas Buka Harapan Warga Binaan

Menurut Agun, warga binaan tidak cukup hanya menjalani masa pidana, tetapi juga harus dipersiapkan agar mampu kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif setelah bebas.

"Mereka tidak bisa lagi hanya sekadar tidur-tidur. Pembinaan harus terus dilakukan karena negara tidak boleh menjadikan mereka menjadi lebih jahat atau menjadi tenaga yang tidak produktif. Setidaknya dengan adanya pembinaan ini, negara mencegah terjadinya residivisme," kata Agun.

Ia menilai program ketahanan pangan memberikan manfaat ganda karena selain mendukung agenda nasional, juga membekali warga binaan dengan keterampilan dan pengalaman kerja yang dapat digunakan saat kembali ke masyarakat.

"Inilah yang kami ingin dorong. Sesuatu yang sangat positif bagi warga binaan karena akan menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat, mendapatkan tambahan pengetahuan, pengalaman, bahkan mungkin memperoleh premi," ujarnya.

Karena itu, Komisi XIII DPR memberikan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan yang digagas Kemenimipas sebagai bagian dari kontribusi kementerian dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga : Menteri Imipas Pantau Ketat Kinerja Pegawai

Sementara itu, Menteri Imipas Agus Andrianto menjelaskan program ketahanan pangan lahir dari kebutuhan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan negara yang selama ini belum produktif sekaligus memperluas ruang pembinaan bagi warga binaan.

"Melalui program kemandirian pangan kita dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan melalui kegiatan pertanian, perikanan, dan peternakan untuk memberikan ruang dan kapasitas pembinaan yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak warga binaan," ujar Agus.

Perihal berbagai kendala perizinan atau tanah untuk pengembangan ketahanan pangan dari Kemenimipas, Agus memasrahkannya kepada pemangku kepentingan terkait.

"Saya hanya pembantu Presiden. Saya siap saja mendukung apapun itu," cetus mantan Wakapolri itu.

Adapun FGD tersebut membahas hasil penelitian rapid needs assessment yang dilakukan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) terhadap implementasi program ketahanan pangan di lapas, rutan, dan kantor imigrasi di 16 provinsi. Hasil penelitian itu menjadi bahan evaluasi sekaligus penyempurnaan program agar semakin efektif mendukung ketahanan pangan nasional dan pembinaan warga binaan secara berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.