Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Danone Indonesia Dorong Bisnis Berkelanjutan Lewat Asia B Corp Summit
- Prancis Vs Swedia, Les Bleus Diunggulkan, Blagult Tanpa Beban
- Sekolah Rakyat Cirebon Gabungkan Budaya Lokal Dan Fasilitas Modern
- Mentan Pastikan Pasokan CPO Untuk Program B50 Aman
- Saat Jepang Out di Piala Dunia 2026, KUAI Jepang & Dubes Brazil Ternyata Nobar
KSP Dudung Takziah Ke Makam Manajer Kopdes Merah Putih M Rifki di Sumedang
Selasa, 30 Juni 2026 22:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Stat Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Prot. Dr. Dudung Abdurachman melaksanakan takziah ke kediaman almarhum Muhammad Rifki Renaldi di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (30/6/2026).
Muhammad Rifki Renaldi merupakan salah satu manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang meninggal pada 26 Juni 2026, saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Total ada lima manajer KDMP yang meninggal saat mengikuti Latsarmil.
KSP Dudung Abdurachman memeluk ayahanda mendiang M Rifki Renaldi, manajer Kopdes Merah Putih yang meninggal saat mengikuti Latsarmil pada 30 Juni 2026. (Foto: @kantorstafpresidenri)
Dalam kesempatan tersebut, Kastaf menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga, atas wafatnya almarhum saat mengikuti Pendidikan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Baca juga : Kemhan Jelaskan Mengapa Manajer Koperasi Merah Putih Harus Ikut Latsarmil
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian salah satu putra terbaik bangsa, yang tengah mempersiapkan diri untuk mengemban tugas mulia dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Dudung dalam keterangan yang dipublikasikan melalui akun Instagram @kantorstafpresidenri, Selasa (30/6/2026).
KSP Dudung (kedua kanan) saat mengunjungi kediaman M Rifki Renaldi, manajer Kopdes Merah Putih yang meninggal dunia saat mengikuti Latsarmil. (Foto: IG @kantorpresidenri)
Kehadiran Dudung merupakan wujud empati sekaligus kehadiran negara, dalam memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan. Selain menyampaikan belasungkawa, Dudung juga memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga almarhum.
Terkait penyelenggaraan pendidikan SPPI, Dudung menjelaskan pemerintah telah melakukan evaluasi. Materi pelatihan akan lebih difokuskan pada penguatan kompetensi manajerial dan pengelolaan koperasi, sementara aktivitas fisik akan dikurangi secara maksimal. Durasi pendidikan juga akan disesuaikan, agar proses pembelajaran tetap efektif dan mengedepankan aspek keselamatan peserta.
Baca juga : APKLI Perjuangan: MBG Dan Koperasi Merah Putih Harus Dilanjutkan
"KSP terus mendukung langkah-langkah perbaikan agar setiap program prioritas Presiden dapat berjalan dengan baik, mengutamakan keselamatan peserta, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," pungkas Dudung.
Belasungkawa Kemhan
Mewakili Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsuddin, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan (BPSDM Han) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya lima peserta Program SPPI Tahun 2026.
Ketut menjelaskan, seluruh peserta yang mengalami gangguan kesehatan telah memperoleh penanganan medis sesuai prosedur. Mulai dari fasilitas kesehatan di satuan pendidikan, hingga dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan.
"Berdasarkan laporan resmi dari satuan pendidikan dan rumah sakit, penyebab meninggal dunia masing-masing peserta berbeda, antara lain henti jantung (cardiac arrest), heat stroke, tuberkulosis (TB), pneumonia yang disertai komplikasi medis, serta kondisi medis lain yang masih dalam proses pendalaman," ungkap Ketut dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Baca juga : Hidupkan Ekonomi Lokal, Kopdes Merah Putih Jadi Harapan Baru Warga Desa
Menurutnya, sebelum mengikuti pendidikan, seluruh peserta juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan berlaku.
"Atas arahan Menteri Pertahanan RI, Kemhan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan penyelenggaraan Program SPPI. Khususnya melalui penguatan profiling kesehatan, pemeriksaan berkala bagi peserta yang memiliki faktor risiko, penyesuaian intensitas kegiatan, peningkatan pengawasan medis di satuan pendidikan, serta penguatan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan rumah sakit TNI," beber Ketut.
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan upaya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan gangguan kesehatan peserta.
Ketut juga menegaskan bahwa Latihan Bela Negara dan Manajerial bukan merupakan pendidikan militer untuk membentuk prajurit. Melainkan pembinaan karakter guna menanamkan nilai disiplin, integritas, kepemimpinan, tanggung jawab, profesionalisme, semangat gotong royong, serta kesiapan mengabdi kepada masyarakat sebagai bagian dari penguatan ketahanan nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya