Dark/Light Mode

Kemenperin Pastikan 2 Industri Komponen Otomotif Di Jatim Masih Beroperasi Normal

Selasa, 23 Juni 2026 20:08 WIB
Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief. (Foto: Ist)
Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan dua perusahaan industri komponen otomotif di Jawa Timur (Jatim) yang dikabarkan akan merelokasi fasilitas produksinya ke Vietnam hingga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) masih beroperasi secara normal.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief mengatakan, kepastian tersebut diperoleh setelah Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memerintahkan Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) melakukan penelusuran terhadap informasi yang beredar.

"Pada hari Minggu sore tanggal 21 Juni 2026, Bapak Menteri Perindustrian telah memerintahkan Dirjen ILMATE untuk menelusuri kebenaran informasi relokasi perusahaan industri komponen otomotif dari Indonesia ke Vietnam," kata Febri dalam keterangan di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Berdasarkan hasil penelusuran, dua perusahaan yang dimaksud, yakni PT JAI di Kabupaten Pasuruan dan PT SAI di Kabupaten Mojokerto, masih menjalankan kegiatan produksi seperti biasa. Keduanya juga tetap aktif menyampaikan laporan kegiatan industri melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).

Baca juga : Kemenperin Fasilitasi 182 Pelaku Industri Kecil Pada Halal Indo 2026

Kemenperin juga telah memperoleh konfirmasi dari pihak perusahaan bahwa belum ada rencana memindahkan fasilitas produksi ke Vietnam.

"Belum ada rencana relokasi fasilitas produksi dua perusahaan industri tersebut dari Indonesia ke Vietnam. Begitu juga dengan isu PHK, pihak perusahaan juga menyatakan bahwa tidak ada pengurangan tenaga kerja ataupun PHK pada fasilitas produksi mereka," ujar Febri.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil penelusuran tersebut, Kemenperin menyimpulkan belum terdapat rencana relokasi maupun pengurangan tenaga kerja pada kedua perusahaan.

Namun, Febri mengungkapkan pemberitaan mengenai relokasi dan PHK telah berdampak terhadap aktivitas bisnis perusahaan. Sejumlah pembeli (buyer) dan pemasok (supplier) disebut mempertanyakan komitmen kedua perusahaan terhadap kontrak kerja sama yang sedang berjalan.

Baca juga : Kementan Bangga Produk Hortikultura Indonesia Makin Diminati Masyarakat

Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi mengganggu rantai pasok industri otomotif serta iklim investasi manufaktur di Indonesia.

Dari sisi investasi, PT SAI dan PT JAI telah merealisasikan investasi dengan nilai lebih dari Rp 1,9 triliun. Nilai tersebut mencerminkan komitmen jangka panjang kedua perusahaan dalam mendukung pengembangan industri manufaktur nasional dan memperkuat rantai pasok industri otomotif.

"Nilai investasi yang telah direalisasikan menunjukkan kepercayaan dan komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan usaha dan investasinya di Indonesia," katanya.

Pada triwulan I-2026, PT SAI merealisasikan produksi sekitar 1,2 juta unit komponen, sedangkan PT JAI memproduksi sekitar 1,6 juta unit komponen. Seluruh hasil produksi kedua perusahaan tersebut ditujukan untuk pasar ekspor sehingga menjadi bagian dari rantai pasok global industri otomotif.

Baca juga : Pemerintah Pastikan DSI Kelola Ekspor SDA Satu Pintu Secara Transparan

Kemenperin juga menyatakan Menteri Perindustrian telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk terus memantau kinerja industri nasional dan menindaklanjuti setiap informasi terkait penutupan pabrik maupun PHK.

Selain itu, langkah mitigasi akan dilakukan secara cepat dan terukur untuk menjaga keberlangsungan investasi, stabilitas produksi, kepastian permintaan pasar, serta perlindungan terhadap tenaga kerja industri.

"Pemerintah akan terus menjaga iklim usaha yang kondusif agar industri manufaktur nasional semakin berdaya saing dan mampu beradaptasi dengan dinamika pasar global," kata Febri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.