Dark/Light Mode

5 Bendungan Diresmikan, Menteri PU Kebut Jaringan Irigasi Hingga Sawah

Sabtu, 11 Juli 2026 09:49 WIB
Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, NTB, yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto, Jumat (10/7/2026). Bendungan ini mendukung irigasi pertanian, mengurangi konflik perebutan air, dan meningkatkan intensitas tanam petani. Foto: Kementerian PU
Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, NTB, yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto, Jumat (10/7/2026). Bendungan ini mendukung irigasi pertanian, mengurangi konflik perebutan air, dan meningkatkan intensitas tanam petani. Foto: Kementerian PU

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan pembangunan jaringan irigasi pada lima bendungan yang baru diresmikan Presiden Prabowo Subianto akan terus dipercepat agar air dapat mengalir hingga ke lahan pertanian. Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan manfaat bendungan dalam mendukung swasembada pangan nasional.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan bendungan tidak berhenti setelah konstruksi selesai. Menurutnya, keberadaan jaringan irigasi menjadi kunci agar bendungan benar-benar mampu meningkatkan produktivitas pertanian.

"Dalam mendukung ketahanan pangan, lima bendungan ini memberikan manfaat layanan irigasi seluas kurang lebih 39.540 hektare yang ditunjang oleh total jaringan irigasi sepanjang 279,98 kilometer," ujar Dody saat mendampingi Presiden Prabowo meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).

Lima bendungan yang diresmikan meliputi Bendungan Rukoh dan Bendungan Keureuto di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, Bendungan Sidan di Bali, serta Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat. Seluruh bendungan tersebut dibangun pada periode 2015-2025 sebagai bagian dari penguatan ketahanan air dan ketahanan pangan nasional.

Baca juga : Gandung Apresiasi Langkah Menteri Maman Dorong Pemangkasan Biaya Layanan UMKM

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyebut pembangunan bendungan merupakan investasi jangka panjang yang menjadi fondasi pembangunan bangsa sekaligus penopang peningkatan produksi pangan.

"Lima bendungan yang kita resmikan hari ini adalah investasi negara dengan nilai sekitar Rp9,79 triliun. Menteri Pertanian melaporkan kepada saya bahwa dengan teknologi dan benih terbaik, lima bendungan ini akan mampu menghasilkan sekitar satu juta ton beras," kata Prabowo.

Dody menjelaskan, hingga saat ini jaringan irigasi yang telah beroperasi dari lima bendungan tersebut sudah melayani 15.241 hektare lahan pertanian. Rinciannya, Bendungan Meninting melayani 494 hektare, Bendungan Jlantah 806 hektare, Bendungan Sidan 9.598 hektare, dan Bendungan Keureuto 4.343 hektare.

Ke depan, pemerintah akan membangun jaringan irigasi tambahan yang mampu mengairi 24.299 hektare lahan pertanian. Tambahan layanan tersebut meliputi 1.065 hektare di Bendungan Meninting, 688 hektare di Bendungan Jlantah, 10.352 hektare di Bendungan Keureuto, dan 12.194 hektare di Bendungan Rukoh.

Baca juga : Optimalisasi Pendapatan Daerah, bank bjb Perluas Jaringan Agen Samsat Banten

Dengan selesainya pembangunan jaringan irigasi tersebut, seluruh potensi layanan irigasi seluas 39.540 hektare diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produksi pangan nasional.

"Pekerjaan bendungan telah selesai dan mulai memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun tugas Kementerian PU belum berhenti di sini. Kami terus membangun jaringan irigasi agar air benar-benar sampai ke lahan pertanian sesuai arahan Bapak Presiden," ujar Dody.

Selain mendukung sektor pertanian, Dody mengatakan bendungan juga berfungsi menyediakan air baku bagi masyarakat.

Secara khusus, Dody menyoroti manfaat Bendungan Meninting di Lombok Barat yang dinilai mampu mengurangi konflik antarpetani akibat perebutan air saat musim tanam.

Baca juga : Turun Ke Lapangan Malam Hari, Menteri Dody Kebut Pelebaran Jalan Serdang-Merak

"Khusus Bendungan Meninting ini telah bisa mengurangi konflik horizontal yang selama ini selalu terjadi antara para petani di Lombok Barat karena mereka berebut air ketika musim tanam tiba," katanya.

Bendungan Meninting memiliki kapasitas tampung sekitar 10 juta meter kubik air. Dengan dukungan jaringan irigasi sepanjang sekitar 26 kilometer, bendungan tersebut mampu mengairi sekitar 1.600 hektare sawah sepanjang tahun.

Menurut Dody, sebelum bendungan dibangun, lahan pertanian di kawasan tersebut hanya mengandalkan tadah hujan sehingga petani hanya dapat menanam padi sekali dalam setahun.

"Dulu sebelum ada Bendungan Meninting hanya bisa satu kali tanam. Saat ini sudah bisa menjadi tiga kali musim tanam," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.