Dark/Light Mode

Studi Banding Ke China

25 Kades Disiapkan Jadi Kiblat Pembangunan Desa

Rabu, 15 Juli 2026 06:55 WIB
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) memberangkatkan 25 kepala desa (kades) untuk mengikuti study visit ke China.

Program ini diharapkan menjadi momentum bagi para kades untuk mempelajari praktik terbaik pembangunan pedesaan, memperkuat tata kelola desa, serta menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan di daerah masing-masing demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto meminta para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar secara serius. Sepulang dari China, mereka diharapkan menjadi rujukan bagi desa-desa lain dalam mengembangkan berbagai program pembangunan.

“Saya berharap Bapak Ibu menjadi kiblat bagi desa-desa yang tidak berangkat. Selama di sana harus sudah punya rencana, nanti pulang ingin membangun apa. Kita punya program SEHATI, swasembada ekonomi hijau. Cakupannya luas, mulai dari kawasan industri hingga carbon trading,” ujar Yandri dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, pengalaman belajar langsung di China akan memperluas wawasan kepemimpinan para kepala desa, sekaligus mendorong lahirnya program pembangunan yang lebih efektif dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

Selama kunjungan, para kades dijadwalkan mempelajari berbagai praktik pembangunan desa di China. Termasuk sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Desa, serta pemanfaatan teknologi untuk mendorong kemajuan pedesaan.

Baca juga : Elite Gerindra Senang, Pemerintah Pro-Rakyat

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga membuka peluang dukungan dari Kemendes PDT bagi desa yang mampu menyusun program hasil studi tersebut.

“Saya berharap teman-teman sudah punya program. Kalau proposalnya bagus disampaikan ke Kemendes, nanti kita bantu desanya agar ada hasil nyata,” tuturnya.

Selain itu, para peserta akan mempelajari pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) secara modern, mulai dari sektor pertanian hingga pariwisata terpadu. Mereka juga didorong mempelajari cara desa-desa di China melestarikan budaya lokal, sekaligus mengembangkannya menjadi sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Ilmu yang Bapak dan Ibu dapatkan di China nanti akan kita afirmasi dengan program-program Kemendes. Harapannya, Bapak Ibu menjadi lebih sukses, lebih adaptif, dan lebih berhasil,” harapnya.

Salah seorang kades yang terpilih mengikuti pelatihan di China adalah Ahmad Nurdin atau Bah Kundin, Kepala Desa Cikampek Kota, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Bah Kundin bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pelatihan internasional yang difasilitasi Kemendes PDT.

Baca juga : Musda Golkar Sulsel Makin Rame Dan Panas

“Alhamdulillah saya mendapat kesempatan mengikuti pelatihan ini. Mudah-mudahan ilmu dan pengalaman yang diperoleh di China bisa diterapkan untuk kemajuan Desa Cikampek Kota,” katanya.

Dia terpilih karena dinilai berhasil membangun Desa Cikampek Kota, antara lain dengan mewujudkan zero stunting dan membangun kantor desa permanen di atas lahan milik desa.

Sebelumnya, kantor desa selama puluhan tahun berdiri di atas lahan milik PT KAI sebelum akhirnya dipindahkan ke lahan wakaf dari seorang dermawan.

“Alhamdulillah atas dukungan semua pihak, pembangunan kantor Desa Cikampek Kota dan masjid dapat terwujud,” ujarnya.

Bah Kundin menambahkan, dari Jawa Barat terdapat tiga kepala desa yang mengikuti pelatihan, yakni dari Kabupaten Karawang, Purwakarta, dan Cianjur. Peserta lainnya berasal dari berbagai daerah, antara lain Serang (Banten), Klaten, Banjarnegara, Halmahera Utara, Maluku Tengah, Flores Timur, Simalungun, Tapin, hingga Ogan Komering Ulu (OKU).

Menurutnya, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kepala desa dalam tata kelola pemerintahan, pembangunan pedesaan, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern.

Baca juga : Top, BRI Penyetor Pajak Terbesar Di Awal Tahun

Seluruh kebutuhan peserta, mulai dari pengurusan visa, tiket pesawat, akomodasi, konsumsi, hingga transportasi lokal, ditanggung penyelenggara sebagai bagian dari kerja sama Kemendes PDT dengan Pemerintah China.

“Semua peserta terakomodasi dan disarankan membawa laptop untuk mencatat setiap agenda kegiatan,” katanya.

Dia berharap, seluruh ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi pembangunan di Desa Cikampek Kota.

“Semoga pelatihan ini membawa manfaat bagi Desa Cikampek Kota. Terima kasih juga kepada Pak Bupati Aep Syaepuloh atas izin dan dukungannya,” harap Bah Kundin. ASI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Rabu, 15 Juli 2026 dengan judul "Studi Banding Ke China 25 Kades Disiapkan Jadi Kiblat Pembangunan Desa"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.