Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
63,7 Persen Lulusan SMK Kemenperin 2026 Langsung Terserap Industri
Kamis, 16 Juli 2026 17:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 63,7 persen atau 1.483 dari total 2.369 lulusan SMK binaan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tahun 2026 telah langsung terserap di berbagai perusahaan manufaktur. Tingginya angka penyerapan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa kompetensi lulusan vokasi industri sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi, mengatakan hingga Juli 2026 sebanyak 1.483 lulusan telah memperoleh pekerjaan di berbagai sektor manufaktur.
"Hingga Juli 2026, sebanyak 1.483 orang atau 63,70 persen dari total 2.369 lulusan telah terserap bekerja di berbagai perusahaan industri. Capaian ini menunjukkan bahwa kompetensi lulusan SMK Kementerian Perindustrian sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," kata Doddy pada kegiatan Pelepasan Lulusan SMK-SMAK dan SMK-SMTI serta Studium Generale Serentak Tahun 2026 di SMK-SMAK Bogor, Kamis (16/7/2026).
Baca juga : Perkuat SDM Industri, Kemenperin Perbanyak Asesor Kompetensi
Menurut Doddy, BPSDMI tidak berhenti pada proses kelulusan. Bagi lulusan yang belum memperoleh pekerjaan, Kemenperin menyiapkan program pendampingan selama tiga hingga enam bulan guna mempercepat penempatan kerja.
"Bagi para lulusan yang masih dalam proses rekrutmen, BPSDMI bersama SMK akan memberikan asistensi selama tiga bulan ke depan untuk pencarian kerja. Selanjutnya, apabila dalam enam bulan masih belum terserap, akan diberikan program penguatan kompetensi spesifik maupun fasilitasi pemagangan guna mempercepat penempatan kerja," ujarnya.
Lulusan SMK Kementerian Perindustrian diketahui telah bekerja di sejumlah perusahaan manufaktur nasional, di antaranya PT Mayora Indah Tbk, PT Panasonic Gobel Energy Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor, PT Toyota Boshoku Indonesia, PT Sucofindo, PT LAPI Laboratories, PT Alamanda Global Health, PT Adhi Chandra Jaya, serta perusahaan manufaktur lainnya.
Baca juga : Menperin Ajak Investor Eurasia Bangun Pabrik di Kawasan Industri RI
Pada tahun ini, Kemenperin melepas sebanyak 2.369 lulusan dari sembilan SMK-SMAK dan SMK-SMTI yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Sekolah-sekolah tersebut memiliki spesialisasi mulai dari kimia industri, permesinan, otomasi industri hingga mekatronika untuk memenuhi kebutuhan sektor manufaktur.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pendidikan vokasi industri merupakan investasi strategis untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang akan menjadi penggerak transformasi industri nasional.
Menurut Agus, sektor industri pengolahan masih menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan I 2026 industri pengolahan tumbuh 5,04 persen, menyumbang 19,07 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja, serta berkontribusi sekitar 82 persen terhadap ekspor nasional.
Baca juga : Ledakan Pabrik Herbal Semarang, Kemenperin Perketat Pengawasan K3 Industri
"Artinya, sektor industri bukan bidang yang sedang melemah, tetapi terus tumbuh dan membutuhkan tenaga-tenaga baru yang kompeten. Tangan-tangan para lulusan inilah yang akan menjadi bagian penting dari masa depan industri Indonesia," ujar Agus.
Selain mencatat tingkat penyerapan kerja yang tinggi, sekolah vokasi Kemenperin juga semakin diminati masyarakat. Pada tahun ajaran 2026, rasio pendaftar terhadap daya tampung mencapai 1:12,2, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1:10,7. Hal itu berarti setiap satu kursi di SMK Kementerian Perindustrian diperebutkan sekitar 12 calon peserta didik.
Doddy menegaskan, tingginya minat masyarakat tersebut menjadi motivasi bagi BPSDMI untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi melalui penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, penguatan teaching factory, kelas industri, praktik kerja industri berbasis sistem ganda, serta sertifikasi kompetensi agar lulusan semakin adaptif dan siap memasuki dunia kerja.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya