Dark/Light Mode

Kementerian PU Optimalkan 10 Ribu Sumur Bor Antisipasi Kekeringan

Senin, 27 Juli 2026 19:50 WIB
Salah satu sumur bor yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum untuk memperkuat ketersediaan air di wilayah rawan kekeringan. Dok. PU
Salah satu sumur bor yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum untuk memperkuat ketersediaan air di wilayah rawan kekeringan. Dok. PU

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengoptimalkan 10.789 sumur bor untuk memperkuat pasokan air di wilayah rawan kekeringan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadapi puncak musim kemarau panjang maupun potensi fenomena El Nino.

Selain sumur bor yang memiliki kapasitas lebih dari 114 ribu meter kubik per detik, Kementerian PU juga mengoptimalkan berbagai infrastruktur sumber daya air, seperti bendungan, bendung, embung, hingga waduk guna menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan sektor pertanian.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan infrastruktur air memiliki peran strategis dalam menjaga pasokan air, terutama untuk mendukung irigasi lahan pertanian saat musim kemarau.

Baca juga : Kementerian PU Salurkan Air Bersih Untuk Warga Terdampak Kekeringan Di Lebak

"Kementerian PU terus berkomitmen membangun dan menyelesaikan infrastruktur pengelolaan air seperti bendungan, bendung, embung, hingga waduk di berbagai daerah. Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim," ujar Dody dalam keterangan tertulis, Senin (27/7/2026).

Untuk menjaga distribusi air tetap optimal, Kementerian PU juga mengatur pola operasi bendungan dan jaringan irigasi agar penyaluran air berlangsung lebih efisien selama musim kemarau.

Di sisi lain, kesiapsiagaan diperkuat dengan menyiagakan berbagai peralatan pendukung, terdiri atas 125 unit mobile pump, 921 pompa alkon, dan 49 mesin bor yang siap dikerahkan ke daerah terdampak kekeringan.

Baca juga : Kementerian PU Salurkan Air Bersih Untuk Warga Di WS Ciliwung Cisadane

Tak hanya mengandalkan infrastruktur, Kementerian PU juga melakukan inventarisasi wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan serta mengedukasi masyarakat mengenai langkah-langkah adaptasi menghadapi musim kemarau.

Salah satu upaya yang didorong adalah penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA), yang dinilai mampu mengurangi penggunaan air tanpa mengurangi produktivitas pertanian.

Secara paralel, pembangunan infrastruktur sumber daya air terus dipercepat, meliputi bendungan, jaringan irigasi, jaringan irigasi air tanah (JIAT), hingga sumur bor. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan air nasional dalam jangka panjang.

Baca juga : Kembangkan Biohidrogen, PLN EPI Optimalkan 60 Juta Ton Biomassa

Saat ini pemerintah mengoperasikan 240 bendungan dengan total kapasitas tampung mencapai 7,89 miliar meter kubik. Selain itu, terdapat 601 situ dan danau dengan total volume tampungan sekitar 135,59 miliar meter kubik, serta lebih dari 1.000 tampungan air baku yang menopang kebutuhan air masyarakat di berbagai daerah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.