Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kementerian PU Percepat Pemulihan SPAM Pascabencana di Aceh
Selasa, 7 Juli 2026 15:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di sejumlah wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh. Langkah ini dilakukan agar masyarakat segera kembali mendapatkan layanan air minum yang layak sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur dasar di daerah terdampak.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemulihan infrastruktur dasar pascabencana menjadi salah satu prioritas pemerintah. Selain mengejar percepatan penyelesaian proyek, Kementerian PU juga memastikan kualitas pembangunan agar hasilnya lebih tangguh dan berkelanjutan.
"Proses pemulihan terus berjalan dan menunjukkan progres yang positif. Namun fokus kami tidak hanya pada percepatan penyelesaian, melainkan juga memastikan kualitas hasil pemulihan agar lebih tangguh, tepat sasaran, dan berkelanjutan," kata Dody dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2026).
Baca juga : Hadapi El Nino, Kementerian PU Pastikan Pasokan Air Di Jabar Tetap Aman
Salah satu proyek utama yang tengah dikerjakan adalah penanganan SPAM pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang I, Aceh Utara, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Paket pekerjaan yang dilaksanakan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Aceh, Direktorat Jenderal Cipta Karya itu memiliki nilai kontrak Rp516,59 miliar.
Hingga 1 Juli 2026, progres fisik proyek telah mencapai 37,59 persen. Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan dan peningkatan empat sistem SPAM, pembangunan lima sumur bor dangkal dan 25 sumur bor dalam, pembangunan tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru dengan total kapasitas 250 liter per detik (Lps), serta satu titik tapping jaringan PDAM.
Untuk mempercepat penyelesaian proyek, kontraktor menambah tenaga kerja dan jam kerja, mempercepat proses engineering serta persetujuan desain secara paralel, menggunakan struktur baja untuk bangunan kompak, melakukan prefabrikasi komponen IPA baja, hingga menambah alat berat berupa crane.
Baca juga : Hashim Lantik Srikandi Jaga Desa, Perkuat Peran Perempuan Bangun Desa
Selain itu, Kementerian PU juga menangani paket SPAM pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang II, Aceh Timur, dan Kota Langsa dengan nilai kontrak Rp246,69 miliar. Hingga awal Juli 2026, progres fisiknya telah mencapai 35,22 persen.
Paket tersebut mencakup pembangunan empat sistem SPAM yang dilengkapi 10 sumur bor dangkal, 20 sumur bor dalam, satu sumber air permukaan, satu titik tapping PDAM, serta pembangunan dua IPA baru dengan total kapasitas 70 liter per detik.
Penanganan serupa juga dilakukan di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, dan Bener Meriah dengan nilai kontrak Rp526,42 miliar. Progres fisik proyek hingga 1 Juli 2026 telah mencapai 39,52 persen.
Baca juga : Kemenperin Percepat Pemulihan 3.020 Industri Kecil Terdampak Bencana
Lingkup pekerjaan meliputi penanganan sembilan sistem SPAM melalui pembangunan satu sumur bor dangkal, 50 sumur bor dalam, satu sumber air permukaan, serta tiga IPA baru berkapasitas total 160 liter per detik.
Selain pembangunan instalasi baru, proyek juga mencakup pembangunan IPA 40 Lps SPAM Meureudu dan rehabilitasi SPAM Ulim di Kabupaten Pidie Jaya, pembangunan IPA 2x50 Lps SPAM Teupin Mane dan rehabilitasi SPAM Bukit Mulia di Kabupaten Bireuen, serta pembangunan IPA 20 Lps SPAM Lampahan dan rehabilitasi SPAM Janarata di Kabupaten Bener Meriah.
Melalui percepatan penanganan SPAM pascabencana tersebut, Kementerian PU menargetkan layanan air minum di wilayah terdampak segera pulih sehingga mampu mendukung aktivitas sosial, ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Aceh.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya