Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Surat Haru Messi untuk Sang Ayah: Mengapa Tak Bertahan Sedikit Lebih Lama?
- Persik Bidik Trofi Internasional di Turnamen Pramusim Malaysia
- Marc Klok Rindu Persib, Siap Gabung di Bali
- Penyaluran KUR BRI Hingga Akhir Juni 2026 Capai Rp103,81 T Dukung Danantara
- Diperiksa KPK, Bebizie Sebut Hanya Jalani Profesi sebagai Penyanyi
Kemendagri Dorong Integrasi ASRI-PSEL Demi Wujudkan Kota Cerdas Berkelanjutan
Kamis, 13 Agustus 2026 19:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong integrasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di sisi hulu dengan teknologi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di sisi hilir untuk mewujudkan pengelolaan sampah nasional berbasis kota cerdas dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kemendagri, Dr. Safrizal ZA, M.Si., dalam Waste to Energy Forum: Enhancing National Efforts through Regional Governance and Yield Innovation di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Forum tersebut merupakan bagian dari rangkaian Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) 2026 yang mempertemukan pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, serta mitra internasional.
Menurut Safrizal, persoalan sampah menjadi salah satu tantangan utama pembangunan perkotaan sekaligus bagian penting dalam agenda Smart City. Kota cerdas, kata dia, bukan hanya berkaitan dengan digitalisasi, tetapi bagaimana teknologi dan tata kelola digunakan untuk menyelesaikan persoalan nyata masyarakat.
Baca juga : Menko Pangan Gencarkan Inovasi Teknologi Pirolisis
"Smart City bukan sekadar digitalisasi, tetapi bagaimana teknologi dan inovasi digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujar Safrizal.
Ia menegaskan, penanganan sampah harus dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir. Di sisi hulu, Gerakan Indonesia ASRI mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui pengurangan sampah, penggunaan kembali, daur ulang, serta pemilahan sejak dari sumber.
Sementara di sisi hilir, sampah yang sudah tidak dapat dimanfaatkan dapat diolah menggunakan teknologi seperti PSEL. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).
"Dari ASRI di hulu menuju PSEL dan teknologi pengolahan di hilir, semuanya harus menjadi satu ekosistem," tegasnya.
Baca juga : Dukung Program ASRI Prabowo, Kemenhut Siapkan 70 Juta Bibit Unggul per Tahun
Safrizal menekankan, PSEL bukan pengganti seluruh sistem persampahan, melainkan menjadi salah satu bagian dari ekosistem pengelolaan sampah terpadu.
Menurutnya, keberhasilan penerapan PSEL sangat bergantung pada kesiapan pemerintah daerah, mulai dari kelembagaan, kebijakan, lahan, infrastruktur, hingga ketersediaan pasokan sampah yang sesuai dengan kebutuhan teknologi.
"Persiapannya harus dilakukan sejak sekarang. Penyiapan tidak cukup hanya satu tahun," jelasnya.
Karena itu, Safrizal mendorong keterlibatan dunia usaha dalam pengembangan teknologi dan investasi. Di sisi lain, pemerintah daerah perlu memastikan kesiapan tata kelola dan berbagai aspek pendukung penerapan teknologi tersebut. Sebagai National Representative Indonesia di ASEAN Smart Cities Network (ASCN), Safrizal juga mendorong pertukaran pengalaman antara kota-kota di Indonesia dengan kota anggota ASCN dalam pemanfaatan teknologi pengelolaan sampah.
Baca juga : Menhut Bawa Salam ASRI Prabowo untuk Warga Sumsel
Kemendagri berharap hasil forum dapat ditindaklanjuti melalui penguatan kebijakan daerah, sinkronisasi perencanaan dan penganggaran, peningkatan kapasitas aparatur, pengembangan infrastruktur, serta pembukaan peluang investasi dan kerja sama.
"Peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah dalam Penyelenggaraan Pengelolaan Perkotaan dengan pendekatan kota cerdas menjadi salah satu fokus utama dalam upaya tersebut," ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan kota cerdas tidak boleh hanya berorientasi pada kepemilikan teknologi canggih. Yang lebih penting adalah kemampuan pemerintah daerah mengoptimalkan teknologi, kebijakan, dan kolaborasi untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Yang ingin kita bangun bukan sekadar kota yang memiliki teknologi canggih, tetapi kota yang mampu menggunakan teknologi, kebijakan, dan kolaborasi untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya