Dark/Light Mode

Sinergi Octahelix Tekan Arus Urbanisasi

Bangun Desa Untuk Pemerataan Ekonomi

Minggu, 16 Agustus 2026 06:55 WIB
(Gambar dibuat dengan ChatGPT)
(Gambar dibuat dengan ChatGPT)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mendorong perubahan paradigma pembangunan dengan menempatkan desa sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Penguatan potensi lokal dan ekonomi masyarakat desa penting untuk membuka sumber pertumbuhan baru, sekaligus menekan arus urbanisasi yang semakin besar.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan, perubahan paradigma terhadap desa telah diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Regulasi tersebut memberikan kewenangan lebih besar kepada desa dalam mengelola pemerintahan, anggaran dan berbagai potensi lokal secara mandiri.

“Indonesia akan maju jika desa-desa itu kita majukan dan kita berdayakan. Kami punya tagline, bangun desa, bangun Indonesia. Jadi, kalau kita membangun desa, itu otomatis membangun Indonesia,” ujar Yandri dalam keterangan resminya, Jumat (14/8/2026).

Baca juga : Pidato Prabowo Bangun Kepercayaan Diri Nasional

Menurutnya, pembangunan desa tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan Pemerintah. Karena itu, Kemendes PDT mendorong konsep octahelix yang mengedepankan sinergi berbagai elemen bangsa untuk mengembangkan potensi dan ekonomi masyarakat desa.

Kolaborasi tersebut penting untuk menjaga keseimbangan pembangunan antara desa dan kota. Urbanisasi yang tidak terkendali dapat membuat kota menghadapi persoalan kepadatan penduduk, kemacetan, keterbatasan lapangan kerja dan hunian. Pada saat yang sama, desa berpotensi kehilangan tenaga kerja produktif.

“Artinya, kalau desa tidak kita urus, arus urbanisasi tidak kita cegah, tidak ada pemberdayaan di desa, sumber-sumber ekonomi baru di desa tidak kita kapitalisasi, maka situasi di Jepang hari ini bisa jadi hinggap di Indonesia suatu saat,” ujar Yandri.

Wakil Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat menyukseskan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan dari desa dan dari bawah sebagai bagian penting dari pemerataan ekonomi.

Baca juga : Peringati Hari Damai Aceh, Mualem Ajak Masyarakat Merawat Perdamaian

Menurut Yandri, penguatan desa juga menjadi langkah untuk mendorong pemberantasan kemiskinan secara berkelanjutan. Dikatakan, penguatan ekonomi desa diperlukan untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru di tengah arus urbanisasi yang semakin besar.

Pengembangan potensi lokal diharapkan dapat membuka lapangan kerja sekaligus memberikan alasan ekonomi bagi masyarakat tetap membangun daerah asalnya.

Agenda tersebut, lanjut dia, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Masa depan desa tidak dapat hanya bergantung pada Pemerintah pusat, Pemerintah daerah, maupun pemerintah desa. Dunia usaha, masyarakat, akademisi dan berbagai elemen lainnya perlu mengambil peran agar potensi desa dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru.

“Kita patut berterima kasih kepada Presiden Prabowo, ada Asta Cita ke-6, membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi, sekaligus pemberantasan kemiskinan. Nah, ini tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri, perlu kolaborasi,” pungkasnya. SSL

Baca juga : Airlangga: Harga BBM Dijaga, Daya Beli Tak Boleh Tergerus

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Minggu, 16 Agustus 2026 dengan judul "Sinergi Octahelix Tekan Arus Urbanisasi Bangun Desa Untuk Pemerataan Ekonomi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.