Dark/Light Mode

Jemput Bola Pascagempa, Dukcapil Terbitkan 358 Dokumen di Manggarai Barat

Selasa, 25 Agustus 2026 21:58 WIB
Foto: Ditjen Dukcapil Kemendagri.
Foto: Ditjen Dukcapil Kemendagri.

RM.id  Rakyat Merdeka - Layanan administrasi kependudukan (adminduk) bergerak cepat menyasar warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada hari pertama layanan jemput bola, Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berhasil menerbitkan 358 dokumen kependudukan bagi masyarakat.

Langkah cepat tersebut dilakukan Tim Peduli Bencana Kemendagri yang dipimpin Sekretaris Ditjen Dukcapil Hani Syopiar Rustam.

Tim menerjunkan layanan jemput bola ke Manggarai Barat pada Senin (24/8/2026), menyusul gempa berkekuatan M 7,7 yang mengguncang NTT.

Setibanya di Labuan Bajo, Hani bersama rombongan langsung meninjau Kantor Dinas Dukcapil Kabupaten Manggarai Barat.

Meski gedung kantor mengalami kerusakan berupa retakan pada dinding akibat guncangan gempa, pelayanan adminduk kepada masyarakat dipastikan tetap berjalan.

Kedatangan Hani dan tim diterima Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Manggarai Barat Pius Baut yang mewakili Bupati Manggarai Barat, serta didampingi Kepala Dinas Dukcapil Manggarai Barat Valentinus Andi.

Baca juga : Menteri PPA Dampingi Anak Pengungsi Gempa NTT Lewat Trauma Healing

Dalam kunjungan tersebut, Ditjen Dukcapil menyerahkan bantuan hibah dan peminjaman perangkat teknis untuk menunjang penerbitan dokumen kependudukan warga di wilayah terdampak.

Bantuan hibah yang diserahkan meliputi dua outer atau 4.000 keping blanko KTP-el, satu unit perangkat internet Starlink, satu unit smart card, satu set ribbon, film, dan cleaning kit, dua rim kertas A4 80 gram, serta satu unit printer inkjet.

Selain itu, Ditjen Dukcapil menyerahkan pinjam pakai satu unit alat rekam KTP-el portable (mobile enrollment).

Hani mengatakan, bantuan sarana tersebut diberikan agar proses penggantian dokumen warga yang hilang atau rusak akibat gempa tidak terhambat.

Petugas Dukcapil juga diharapkan dapat menjangkau warga hingga ke posko-posko pengungsian.

“Kehadiran kami di Manggarai Barat adalah amanat untuk memastikan pelayanan publik dasar tidak lumpuh. Perangkat Starlink dan alat rekam portable ini kami serahkan agar petugas dinas di daerah bisa bergerak fleksibel ke posko-posko pengungsian. Seluruh penggantian dokumen kependudukan warga yang terdampak bencana dipastikan gratis,” kata Hani.

Asisten III Setda Manggarai Barat Pius Baut menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Kemendagri.

Baca juga : PT Dharma Lautan Utama Salurkan 60 Ton Bantuan untuk Korban Gempa Flores

“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Manggarai Barat, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Ditjen Dukcapil.

Bantuan sarana pendukung seperti Starlink dan tambahan blanko KTP elektronik ini sangat krusial bagi kami, mengingat kelancaran sinyal dan pasokan logistik kependudukan amat dibutuhkan untuk mempercepat pelayanan di area bencana,” ujar Pius.

Kepala Dinas Dukcapil Manggarai Barat Valentinus Andi juga menyatakan kesiapan jajarannya untuk menjangkau titik-titik terdampak bersama Tim Ditjen Dukcapil.

“Meskipun bangunan kantor kami mengalami retak-retak, semangat anggota di lapangan tidak surut. Dengan adanya alat rekam portable dan ketersediaan blanko dari pusat, kami siap menyisir warga yang kehilangan dokumen di desa-desa terdampak,” tutur Valentinus.

Rombongan kemudian mendatangi Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Kantor BPBD Manggarai Barat untuk berkoordinasi dengan Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng dan Ketua DPRD Manggarai Barat Benediktus Nurdin.

Yulianus menyampaikan apresiasi atas gerak cepat jajaran Kemendagri di lapangan dan menitipkan salam hormat kepada Dirjen Dukcapil.

Tim juga memantau perkembangan situasi di Command Center BPBD Manggarai Barat. Hingga Senin sore, aktivitas seismik masih terasa dengan rentetan gempa susulan berkekuatan di bawah M 4, termasuk guncangan berkekuatan 2,6 yang terdeteksi di sekitar pesisir Kabupaten Manggarai saat peninjauan berlangsung.

Baca juga : Jemput Bola Tanggap Darurat, Dukcapil Kirim Tim ke 7 Kabupaten di NTT

Berdasarkan data rekapitulasi hingga pukul 18.39 WITA, layanan jemput bola dan pelayanan rutin di Manggarai Barat pada hari pertama berhasil menerbitkan 358 dokumen kependudukan.

Rinciannya, perekaman KTP-el sebanyak 36 jiwa, pencetakan KTP-el 94 keping, pencetakan Kartu Keluarga (KK) 174 lembar, pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA) 5 keping, aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) 13 pemohon, Surat Pindah Datang 12 dokumen, akta kelahiran 18 lembar, akta kematian 4 lembar, dan akta perkawinan 2 lembar.

Hani menegaskan, kehadiran tim Kemendagri bertujuan memastikan hak sipil warga tidak terhenti di tengah situasi darurat pascabencana.

“Dukcapil hadir untuk memastikan warga yang kehilangan atau mendapati dokumen kependudukannya rusak akibat gempa bisa segera mendapatkan penggantinya. Bantuan perangkat dan sarana teknis yang kami serahkan hari ini diharapkan memperkuat daya jangkau Dinas Dukcapil Manggarai Barat dalam melayani masyarakat hingga ke pelosok terdampak,” ujar Hani.

Layanan tanggap bencana tersebut akan terus berlanjut ke sejumlah titik pengungsian dan lokasi terdampak gempa di wilayah Kabupaten Manggarai Barat selama beberapa hari ke depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.