Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Penelitian Harus Berdampak Nyata Bagi Rakyat
Stella: Riset Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
Kamis, 27 Agustus 2026 06:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mendorong perubahan ekosistem riset Indonesia agar tidak lagi berorientasi pada kuantitas publikasi. Riset harus diarahkan untuk menghasilkan penelitian berkualitas yang mampu memecahkan persoalan, sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian.
Stella menyampaikan hal itu dalam Seminar Education Fair 2026 dan Lomba Sains Nasional berbasis Science, Technology, Engineering, Arts and Mathematics (STEAM) di SMA Kolese Gonzaga, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Dalam kegiatan bertajuk “Membuka dalam Logika, Melangit dalam Imajinasi”, Stella menekankan pentingnya membangun budaya riset sejak dini dan memperkuat ekosistem penelitian hingga tahap hilirisasi.
Menurut Stella, perubahan ekosistem riset harus dimulai dari cara pandang terhadap penelitian. Riset tidak seharusnya sekadar dikejar untuk memperbanyak publikasi, tetapi diarahkan pada kualitas, pemecahan masalah dan penciptaan inovasi.
“Sains itu untuk semua orang. Yang sebenarnya saya tekankan bukan hanya sainsnya, tetapi pemikiran tentang logika dan riset,” ujar Stella.
Baca juga : Gerindra Kawal Terus Pemerintahan Prabowo
Dikatakan, budaya riset perlu dibangun sejak sekolah dengan memberikan ruang kepada peserta didik untuk bertanya dan mengembangkan rasa ingin tahu.
Menurutnya, pertanyaan ilmiah tidak selalu harus diawali dengan pertanyaan mengenai manfaat langsung. Banyak penelitian mendasar justru baru menemukan penerapannya bertahun-tahun kemudian.
Dia mencontohkan perkembangan teknologi seperti X-ray, GPS dan Google yang menunjukkan, penelitian dapat menghasilkan manfaat jauh melampaui tujuan awalnya.
Karena itu, siswa dapat mulai berlatih melakukan riset melalui persoalan sederhana di lingkungan sekolah, seperti mengukur jumlah sampah, makanan yang tersisa di kantin, penggunaan air, maupun persoalan lingkungan lainnya.
Dari persoalan tersebut, peserta didik belajar menyusun pertanyaan, mengumpulkan data, melakukan analisis, dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti.
Baca juga : Gubernur-Wagub Gorontalo Dipastikan Kompak & Mesra
Di tingkat perguruan tinggi, Stella mengatakan, Pemerintah juga tengah mengubah ekosistem pendanaan penelitian. Menurut dia, riset membutuhkan dukungan finansial yang memadai karena proses penelitian tidak berhenti pada tahap munculnya ide.
“Penelitian membutuhkan pembiayaan sejak pengembangan gagasan, pelaksanaan penelitian, hingga pengembangan hasil penelitian,” kata Stella.
Dalam skema pendanaan yang disebut, Pemerintah mengalokasikan 15 persen dari total dana riset yang dimenangkan melalui kementerian sebagai insentif finansial langsung bagi peneliti. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan insentif bagi peneliti sekaligus membangun ekosistem yang lebih mendukung kualitas penelitian.
Stella menilai, peningkatan kualitas riset tidak dapat hanya mengandalkan perubahan kebijakan administratif. Peneliti juga membutuhkan dukungan yang memungkinkan mereka lebih fokus menghasilkan penelitian berkualitas.
Dia juga menyoroti pentingnya keterlibatan sektor swasta dan industri dalam pembiayaan penelitian. Menurut Stella, negara maju tidak sepenuhnya menggantungkan pendanaan riset kepada Pemerintah. Dunia industri memiliki peran penting dalam membiayai penelitian yang relevan dengan kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi.
Baca juga : ETF Emas Jadi Alternatif Investasi Praktis & Murah
“Tidak ada satu negara maju pun yang dana risetnya 100 persen dari Pemerintah. Jadi, naif kalau kalian hanya bilang Pemerintah tidak memberikan dana. Ini berarti tidak mengerti ekosistem riset kita,” tegas Stella.
Pemerintah tengah menyiapkan aturan terkait insentif dan kepastian hukum agar industri semakin tertarik terlibat dalam kegiatan riset. Skema yang didorong adalah mengidentifikasi persoalan yang dihadapi industri, kemudian mempertemukan kebutuhan tersebut dengan peneliti yang memiliki kompetensi untuk mencari solusinya.
Dengan pola tersebut, penelitian diharapkan tidak berjalan sendiri di lingkungan akademik, tetapi terhubung langsung dengan kebutuhan dunia usaha. Perubahan ekosistem itu juga diarahkan untuk mempercepat hilirisasi hasil penelitian.
Stella menilai, publikasi ilmiah tetap penting karena menjadi sarana untuk memperkenalkan kepakaran peneliti Indonesia kepada dunia. Namun, publikasi bukanlah akhir dari perjalanan sebuah penelitian. ASI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Kamis, 27 Agustus 2026 dengan judul "Penelitian Harus Berdampak Nyata Bagi Rakyat Stella: Riset Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya