Dark/Light Mode

Kabinet Tak Sanggup Kerja Diminta Mundur

Gerindra: Presiden Ingatkan Etos Kerja Para Menterinya

Jumat, 28 Agustus 2026 06:50 WIB
Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong. (Foto: Dok. Gerindra)
Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong. (Foto: Dok. Gerindra)

RM.id  Rakyat Merdeka - Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menilai pesan Presiden Prabowo Subianto agar jajaran Kabinet Merah Putih mundur jika merasa tidak sanggup bekerja merupakan penegasan terhadap etos dan standar kinerja para menteri.

Bahtra menegaskan, pesan Presiden Prabowo harus dipahami bahwa jabatan menteri merupakan amanah dan tanggung jawab untuk bekerja maksimal, bukan sekadar posisi. Dia mengatakan, Presiden ingin seluruh menteri bekerja dengan disiplin dan empati agar berbagai program Pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Pengulangan pesan tersebut menunjukkan keseriusan Presiden membangun kabinet yang bekerja, responsif, dan berorientasi pada hasil," kata Bahtra di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Wakil Ketua Komisi II DPR ini mengatakan, sejumlah program prioritas Pemerintah membutuhkan kerja ekstra, koordinasi yang kuat, serta eksekusi cepat. Di antaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG), swasembada pangan dan energi, hilirisasi, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta penguatan ekonomi rakyat.

"Karena itu, kalimat 'kalau tidak sanggup, silakan minggir' merupakan penegasan standar kinerja dan loyalitas," tegas Bahtra.

Bahtra menambahkan, Prabowo membutuhkan pembantu yang siap bekerja maksimal, serta mampu menerjemahkan visi Pemerintah menjadi hasil nyata. Dia mengingatkan, jabatan bukan fasilitas, melainkan mandat untuk bekerja dan memastikan setiap kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya bagi rakyat.

Baca juga : Hanura Hidupkan Api Semangat Bung Karno

Senada, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan menilai pesan Prabowo tersebut harus dipahami sebagai pengingat bahwa jabatan merupakan amanah rakyat.

"Pesan Presiden Prabowo ini harus dibaca sebagai bentuk kepemimpinan yang tegas dan berorientasi hasil," kata Daniel, Kamis (27/8/2026).

Anggota Komisi IV DPR itu mengatakan, ketegasan Prabowo tercermin dari kebiasaannya turun langsung ke lapangan, termasuk pada hari libur. Menurutnya, hal tersebut menjadi contoh bagi jajaran Pemerintah untuk bekerja keras menjalankan tugas.

"Pesan 'yang tidak sanggup boleh minggir' ini bukan hal baru. Presiden sudah beberapa kali menyampaikannya, termasuk saat mencopot pimpinan BGN yang tersandung masalah tata kelola," ujarnya.

Daniel memaknai pernyataan Presiden Prabowo tersebut menunjukkan konsistensi dalam menekankan pentingnya kinerja dan tata kelola pemerintahan. Yaitu, sebagai pengingat bahwa jabatan menteri dan pejabat lainnya adalah amanah rakyat, sehingga kinerja harus terukur dan berorientasi pada pelayanan publik.

"Jadi ini konsisten, bukan sekadar retorika," imbuhnya.

Baca juga : Kolaborasi Ekosistem BUMN Dukung Program 3 Juta Rumah

Sebelumnya, Presiden Prabowo memberikan pesan serius kepada jajaran Kabinet Merah Putih. Kepala Negara meminta pejabat yang tidak sanggup mengikuti ritme kerja kabinet untuk mundur.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat groundbreaking pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026), bertepatan dengan libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW.

Prabowo mengatakan, kabinetnya bekerja hampir tanpa mengenal hari libur, karena hal tersebut merupakan risiko pengabdian kepada rakyat.

"Tapi, yang tidak sanggup boleh minggir, banyak yang ingin menggantikan saudara," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menguji kesiapan para menteri dan pimpinan lembaga untuk merealisasikan target pembangunan PLTS 100 GWp dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

"Menteri ESDM, siap? Kepala Danantara, siap mendukung? Menteri Ekonomi, siap untuk mengoordinasi semua? Dirut PLN, siap? Dirut Pertamina, siap? Yang semangat, kita buktikan lagi, nanti tiga tahun lagi kita kumpul lagi, kita selalu bicara dengan bukti," ujar Prabowo.

Baca juga : Tawarkan DP 1 Persen Cicilan Mulai Rp 1 Juta

Presiden mengaku bangga terhadap kinerja dan keberanian para petugas serta menteri dalam merespons berbagai tantangan secara cepat. Mulai dari mitigasi bencana alam hingga percepatan target swasembada pangan.

"Dulu, swasembada pangan saya beri target empat tahun. Tapi, tim ekonomi dan tim pertanian berhasil memenuhinya dalam satu tahun," ungkapnya.

Keberhasilan tersebut, kata Prabowo, menjadi modal optimisme bahwa target pembangunan PLTS 100 GWp juga dapat dicapai lebih cepat. Dia bahkan menjanjikan pemberian tanda kehormatan bintang negara kepada pejabat Kabinet Merah Putih dan tim yang mampu melampaui target tersebut.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mencontohkan kepemimpinan dan integritas pengelola Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) serta BUMN. Dia mengatakan, kepemimpinan yang jujur dan berjiwa patriotik mampu membalikkan kondisi BUMN yang sebelumnya mengalami kerugian selama bertahun-tahun menjadi perusahaan yang menghasilkan keuntungan.

"Bahkan meningkatkan pendapatan hingga ratusan persen dalam waktu kurang dari dua tahun," kata Prabowo. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.