Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Pertunjukan 1.500 Drone hingga Immersive Show Meriahkan HUT ke-81 RI
- Penumpang Whoosh Naik 15 Persen, Capai 23 Ribu Per Hari Saat Libur Panjang
- Calon Hakim Agung Soroti Reformasi Pengadilan Pajak Di Era Ekonomi Digital
- Man United Keok dari AC Milan di Laga Pramusim 2026/27
- Gempa M5,9 Guncang Teluk Tomini Sulawesi Tengah, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Ara: Data BPS, Backlog Rumah Turun 350 Ribu Di Era Prabowo
Jumat, 14 Agustus 2026 12:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kabar baik datang dari sektor perumahan. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan, backlog perumahan di Indonesia mulai menunjukkan penurunan sejak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Maruarar, yang akrab disapa Ara mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah rumah tangga yang belum memiliki rumah turun sekitar 350 ribu. Sementara jumlah rumah tangga yang menempati rumah tidak layak huni juga berkurang hingga 760 ribu.
Tak hanya itu, program bedah rumah terus digenjot. Pada semester I 2026, sebanyak 86.635 unit rumah telah mendapatkan penanganan sehingga semakin banyak masyarakat bisa menikmati hunian yang layak.
Di sisi lain, penerima program subsidi perumahan sepanjang 2025 hingga 2026 telah mencapai 371 ribu rumah tangga.
Baca juga : Ketemu Wihaji, Ara Siapkan 3.000 Bedah Rumah untuk Cegah Stunting
"Dari sisi pembiayaan, kredit untuk ekosistem perumahan sepanjang 2025 sampai semester I 2026 tercatat mencapai 108 ribu," kata Ara kepada Rakyat Merdeka Kamis (13/8/2026)
Mantan anggota DPR RI ini menjelaskan, data backlog perumahan diperoleh melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dengan sampel sekitar 345 ribu rumah yang tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.
"Data-data lain kami lengkapi dengan data administrasi dari berbagai sumber yang kemudian kami olah dengan metodologi statistik," ujarnya
Menurut Ara, penggunaan data statistik menjadi penting agar kebijakan perumahan pemerintah benar-benar berbasis data dan tepat sasaran.
Baca juga : Keamanan Kondusif, Ara Apresiasi Sikap Pengelola Mal
Maruarar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian PKP dan berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan program perumahan.
Menurutnya, capaian yang tercermin dalam data BPS merupakan hasil kerja bersama dan kolaborasi berbagai pihak.
"Tidak ada Superman, yang ada Superteam. Data yang dibagikan hari ini merupakan hasil kerja kita bersama. Ada bantuan dari banyak pihak, dari BPHTB dan PBG gratis dari pemerintah daerah, KPP, GWM Bank Indonesia, dan berbagai program lainnya. Jadi ini bukan pekerjaan satu kementerian saja,” katanya
Ia mengucapkan terima kasih kepada Kepala BPS, Menkeu, Menko Perekonomian, pimpinan DPR, perbankan, pengembang dan pihak swasta yang sudah mendukung program perumahan nasional untuk membantu masyarakat memiliki hunian yang layak dan terjangkau.
Baca juga : Ara: Mal Harus Tumbuh Bersama Lingkungan Sekitar
Sementara Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, publikasi tersebut diterbitkan sebagai bagian dari upaya menyediakan data yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan di bidang perumahan.
Menurutnya, penyusunan statistik perumahan dilatarbelakangi oleh perhatian pemerintah terhadap sektor perumahan sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Terima kasih kepada Menteri PKP dan Menteri Dalam Negeri yang selalu menggunakan data BPS sebagai dasar dalam mengambil kebijakan. Publikasi Statistik Perumahan ini untuk pertama kalinya diterbitkan dan ke depan akan kami publikasikan secara reguler,” ujar Amalia
Data tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan dalam menyusun kebijakan yang semakin tepat sasaran sekaligus memperkuat kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, perbankan, dan masyarakat dalam mempercepat penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya