Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Rapor Penanganan Karhutla Hari Ini: Hotspot Berkurang 121, Riau Jambi Nihil
Minggu, 13 September 2026 13:32 WIB
Sebelumnya
Pengerahan seluruh sumber daya dilakukan berdasarkan perkembangan hotspot, hasil verifikasi lapangan, kondisi kebakaran, dan kondisi meteorologis, dengan prioritas mencegah api meluas dan mempercepat penanganan pada lokasi-lokasi yang masih aktif.
Penguatan operasi tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh jajaran pemerintah melakukan tindakan sedini mungkin pada setiap hotspot dan tidak menunggu indikasi tersebut berkembang menjadi kebakaran. Presiden juga meminta langkah pencegahan diperkuat, antara lain melalui pembasahan dan penyediaan sumber air pada daerah rawan.
Selain respons teknis di lapangan, Presiden menekankan pentingnya edukasi hingga tingkat desa agar masyarakat memahami bahwa membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar dilarang dan dapat menimbulkan dampak luas.
Baca juga : Kemenhut Bongkar Peredaran Kayu Ilegal Di Buru Selatan, 387 Batang Disita
Berdasarkan pemantauan PM2,5, kondisi kualitas udara di Indonesia masih bervariasi. Sebagian besar wilayah berada pada kategori baik hingga sedang, namun sejumlah bagian di Sumatera dan Kalimantan masih menunjukkan kualitas udara pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, bahkan pada area tertentu terpantau kategori berbahaya.
Informasi BMKG juga menunjukkan kondisi jarak pandang masih perlu dipantau. Di Pontianak, pada 12 September sore BMKG memprakirakan kondisi udara kabur dengan jarak pandang sekitar 4 kilometer. Sementara di Pekanbarujarak pandang sekitar 7 kilometer dengan kondisi berawan, dan di Banjarmasin sekitar 7 kilometer dengan kondisi cerah berawan.
Jarak pandang dan kualitas udara dapat berubah mengikuti konsentrasi asap, arah dan kecepatan angin, kelembapan, hujan, serta perkembangan kebakaran di lapangan.
Baca juga : Rapor Karhutla Hari Ini: Hotspot Kalteng Melonjak, Riau Jambi Nihil
Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terdampak asap, untuk secara berkala memantau informasi kualitas udara dan menyesuaikan aktivitas di luar ruangan dengan kondisi setempat.
Sejalan dengan imbauan Kementerian Kesehatan, apabila kualitas udara berada pada kondisi tidak sehat, masyarakat dianjurkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar.
Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan maupun penyakit kronis lainnya karena lebih rentan terhadap paparan PM2,5.
Baca juga : Padamkan Karhutla, Mayawana Persada Kolab dengan Masyarakat Peduli Api dan BPBD
Masyarakat di wilayah terdampak juga dianjurkan untuk menjaga kondisi tubuh, memperbanyak konsumsi air putih, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak, batuk berkepanjangan, iritasi, atau gangguan pernapasan lainnya.
Kementerian Kehutanan kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila melihat asap, titik api, atau aktivitas pembakaran, masyarakat diminta segera melapor agar petugas dapat melakukan respons sedini mungkin.
Laporan dapat disampaikan melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan pada nomor 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email [email protected]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya