Dark/Light Mode

Menteri Ekraf: IN-APPS 2026 Pintu Masuk Aplikasi Lokal Ke Pasar Global

Selasa, 15 September 2026 20:35 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan Sinar Mas Land tentang Dukungan Pengembangan Ekonomi Kreatif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten. Nusantara Hall, ICE BSD, Tangerang, Banten, Senin (14/09/26).
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan Sinar Mas Land tentang Dukungan Pengembangan Ekonomi Kreatif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten. Nusantara Hall, ICE BSD, Tangerang, Banten, Senin (14/09/26).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menjadikan Indonesia Application Summit (IN-APPS) 2026 sebagai ruang memperkuat ekosistem aplikasi nasional sekaligus membuka peluang bagi aplikasi lokal menembus pasar digital global.

Mengusung tema “Application as the New Engine of Growth”, IN-APPS 2026 digelar pada 14-15 September 2026 di ICE BSD, Tangerang, sebagai bagian dari rangkaian World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, perkembangan industri aplikasi tidak hanya berdampak pada pertumbuhan perusahaan, tetapi juga membuka lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan daya saing Indonesia.

“Keberhasilan kita akan diukur dari semakin banyaknya aplikasi Indonesia yang mampu berkembang, bersaing, dan menunjukkan kiprahnya di tingkat global. Kami berharap IN-Apps 2026 menjadi awal dari lahirnya lebih banyak kolaborasi yang bermakna dan nyata, baik dengan mitra nasional maupun internasional,” kata Riefky dalam pembukaan IN-APPS 2026, Senin (14/9).

Menurutnya, subsektor aplikasi memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi kreatif nasional. Pada 2025, subsektor aplikasi tercatat menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp54,18 triliun dari total investasi ekonomi kreatif yang mencapai Rp183,01 triliun. Sementara itu, nilai ekspor ekonomi kreatif mencapai 31,94 miliar dolar AS.

Baca juga : Resmikan IN APPS 2026, Menekraf Tegaskan Aplikasi Masa Depan Ekonomi Digital

Riefky menilai capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi digital Indonesia. Karena itu, pemerintah perlu memperkuat kolaborasi antara talenta, pelaku usaha, investor, dan pemerintah agar inovasi digital dapat berkembang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat.

“Ketika sebuah aplikasi berkembang, yang tumbuh bukan hanya perusahaan tetapi juga lapangan kerja, investasi dan daya saing bangsa,” ujarnya.

Dalam rangkaian IN-APPS 2026, Kemenekraf memberikan penghargaan IN-Apps Digital Award 2026 kepada 13 pegiat dan perusahaan aplikasi. Penghargaan diberikan atas karya dan inovasi dalam mengembangkan ekonomi kreatif digital Indonesia.

Penghargaan tersebut mencakup 13 kategori yang dinilai berdasarkan enam aspek penilaian melalui proses kurasi oleh lima dewan juri.

BCA Mobile meraih penghargaan untuk kategori Aplikasi Perbankan. Sentuh Tanahku untuk kategori Aplikasi Pelayanan Publik, Shopee untuk Aplikasi E-Commerce, Halodoc untuk Aplikasi Kesehatan Digital, Dicoding untuk Aplikasi Pembelajaran Digital (Ed-Tech), dan Kompas.com untuk Aplikasi Media Online/Media Siber/Media Daring.

Baca juga : Menekraf Kunjungi J99 Corp, Puji Pembangunan Ekosistem Bisnis Terpadu

Selanjutnya, Gojek terpilih sebagai Startup Mapan, Rekosistem sebagai Startup New Rookie, GoPay untuk Aplikasi Dompet Digital (E-Wallet)/Non-Perbankan, dan SatuSehat Mobile sebagai Aplikasi Pendukung Program Prioritas Nasional.

Sementara itu, Peris.ai menerima penghargaan untuk kategori Platform Teknologi Keamanan Siber. Apple Inc. menjadi Perusahaan Global Pendukung Ekosistem Aplikasi Nasional, sedangkan OneSmile meraih penghargaan kategori Private Sector Innovation/Corporate Smart Initiative/Commercial Solution Provider.

Head of Public Policy and Government Relations Gojek Rangga D. Fadillah mengapresiasi peran pemerintah dalam pengembangan industri digital, khususnya melalui Kemenekraf.

“Dukungan pemerintah tidak lepas dari salah satu faktor yang dapat mendorong pertumbuhan industri digital terutama di sektor ekonomi kreatif. Kehadiran Kementerian Ekonomi Kreatif saya kira sangat positif,” ujar Rangga.

Selain penghargaan, Kemenekraf bersama Sinar Mas Land menandatangani Kesepahaman Bersama (MoU) tentang Dukungan Pengembangan Ekonomi Kreatif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten.

Baca juga : Menteri Ekraf: Rindekraf Wujud Komitmen Presiden Perkuat Ekonomi Kreatif

IN-APPS 2026 juga menghadirkan area pameran di Nusantara Hall yang diikuti 27 exhibitor dari berbagai perusahaan dan institusi, termasuk peserta dari Ekraf Pavilion dan Malaysia Pavilion.

Selama dua hari penyelenggaraan, IN-APPS 2026 menghadirkan konferensi, keynote speech, dan talk show yang membahas transformasi modern, konektivitas ekosistem digital, inovasi, talenta, investasi lintas negara, ekonomi digital, masa depan ekosistem aplikasi Indonesia, pengalaman pengguna, serta penguatan keamanan dan privasi aplikasi digital.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun kerja sama yang lebih kuat, sehingga aplikasi lokal tidak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional.

Turut hadir dalam IN-APPS 2026 Utusan Khusus Presiden Indonesia Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Nugroho Sulistyo Budi, Gubernur Banten Andra Soni, CEO Sinar Mas Land Michael Widjaja, Ketua Umum Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia (ASPILUKI) Irwin Day, serta sejumlah pegiat ekonomi kreatif dan ekosistem digital Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.