Dark/Light Mode

Menteri PU Pasang 3 EWS Dan Siapkan 2 Sabo Dam Di Sungai Batang Baliang

Selasa, 13 Oktober 2026 19:20 WIB
Kementerian PU memasang tiga unit EWS dan menyiapkan dua sabo dam di Sungai Batang Baliang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, untuk memitigasi risiko banjir bandang.
Kementerian PU memasang tiga unit EWS dan menyiapkan dua sabo dam di Sungai Batang Baliang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, untuk memitigasi risiko banjir bandang.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat mitigasi bencana banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Upaya ini dilakukan melalui pemasangan tiga unit sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) dan persiapan pembangunan dua sabo dam di Sungai Batang Baliang.

Menteri PU Dody Hanggodo menginstruksikan jajaran Direktorat Jenderal Sumber Daya Air untuk mempercepat pembangunan sabo dam di bagian hulu sungai. Infrastruktur tersebut berfungsi menahan material kayu, lumpur, batu, dan sedimen agar tidak terbawa arus ke kawasan hilir dan permukiman warga.

“Saya sudah menginstruksikan Pak Dirjen Sumber Daya Air untuk mempercepat pembangunan sabo dam. Di bagian hulu Batang Baliang harus segera dibangun, paling tidak jika masih ada kayu atau lumpur dapat tertahan di atas (hulu),” kata Dody dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).

Baca juga : Menteri PU Instruksikan Penanganan Banjir Padang & 14 Titik Longsor Tapan-Jambi

Untuk mempercepat pengerjaan, Dody menginstruksikan agar komponen sabo dam diproduksi menggunakan sistem pracetak (precast) di lokasi yang aman. Komponen tersebut kemudian diangkut dan dipasang secara bertahap di bagian hulu sungai dengan mempertimbangkan kondisi medan dan akses menuju lokasi.

Adapun penempatan dua sabo dam akan ditentukan berdasarkan kajian teknis di sepanjang alur Sungai Batang Baliang. Dimensi, kapasitas tampungan, dan detail konstruksi akan mengikuti hasil perencanaan Balai Teknik Sabo bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang.

Sabo dam merupakan bangunan melintang sungai yang berfungsi mengendalikan aliran material debris, seperti batu, kayu, lumpur, dan sedimen. Keberadaan infrastruktur ini diharapkan dapat mengurangi energi aliran sekaligus menahan material agar tidak menumpuk dalam jumlah besar di kawasan hilir.

Baca juga : Menteri PU Percepat Penanganan 8 Titik Longsor Di Ruas Tapan-Jambi

Selain menyiapkan bangunan pengendali material, Kementerian PU melalui Balai Teknik Sabo telah memasang tiga unit EWS di Kabupaten Solok pada awal Oktober 2026.

Perangkat tersebut memantau sejumlah parameter lingkungan, antara lain curah hujan, pergerakan atau kemiringan tanah, serta kelembapan tanah. Data dari sensor di lapangan dikirimkan ke dasbor pemantauan untuk dianalisis secara berkala sebagai bahan pendukung kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Di sisi lain, Kementerian PU terus melakukan penanganan darurat di Sungai Batang Baliang. Berdasarkan laporan per 12 Oktober 2026, perbaikan alur sungai dan pembersihan material banjir telah mencapai sekitar 740 meter dari target 1.900 meter.

Baca juga : Menteri PU Kerahkan Pompa Dan Ekskavator Tangani Banjir Di Padang

Penanganan juga mencakup pemasangan cobble stone dengan target sepanjang 500 meter serta pembangunan bronjong sepanjang 600 meter.

Untuk mendukung pekerjaan tersebut, BWS Sumatera V Padang mengerahkan 19 unit peralatan. Jumlah itu terdiri dari sembilan ekskavator, dua ekskavator breaker, satu ekskavator long arm, tiga pompa bergerak (mobile pump), dan empat truk pengangkut (dump truck).

Melalui penanganan darurat, pemasangan sistem peringatan dini, dan rencana pembangunan sabo dam, Kementerian PU berupaya mengurangi risiko dampak galodo sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat di sekitar Sungai Batang Baliang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.