Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Persebaya-Garudayaksa Didenda Rp 100 Juta, Java United Kena Sanksi Berat
- Martha Tilaar, Pendiri Sariayu, Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun
- Indonesia Dipatok Masuk 10 Besar Asian Para Games 2026
- Persebaya Belum Tajam, Tavares Soroti Penyelesaian Akhir
- Gelegar Lelang BNI 2026 Bukukan Penjualan Agunan Rp510,77 Miliar
5.427 Kopdes Di Jateng Sudah Beroperasi
Zulhas Berharap Ekonomi Desa Makin Berkembang
Rabu, 14 Oktober 2026 07:00 WIB
Sebelumnya
Dengan begitu, kegiatan ekonomi tidak hanya bertumpu pada penjualan barang dari luar desa, tetapi juga tumbuh dari potensi usaha masyarakat setempat.
Zulhas juga menekankan pentingnya pengawasan penjualan barang bersubsidi agar tepat sasaran. Barang tersebut diarahkan untuk melayani anggota koperasi dan masyarakat desa setempat, bukan pembeli dari luar wilayah.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah per 12 Oktober 2026, sebanyak 5.427 KDKMP telah beroperasi dari total 8.523 koperasi yang terbentuk. Jumlah tersebut setara sekitar 64 persen. Sementara, 3.096 koperasi lainnya masih dalam tahap persiapan.
Baca juga : Cak Imin Dorong BUMN Jadi Solusi Entaskan Kemiskinan
Dari segi infrastruktur, sebanyak 5.895 gedung KDKMP telah selesai dibangun 100 persen. Capaian tersebut menempatkan Jawa Tengah pada urutan kedua nasional. Khusus Kabupaten Sukoharjo, sebanyak 151 gedung telah selesai dibangun dari total 167 desa.
Di Desa Purbayan, sejumlah potensi usaha lokal dapat dikembangkan melalui koperasi, mulai dari budi daya jamur kuping, produksi kerupuk rambak dan emping melinjo, sayuran yang dikelola kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), hingga kerajinan wayang.
Potensi tersebut diharapkan menjadi modal bagi koperasi untuk mengembangkan usaha sesuai kebutuhan dan kemampuan warga. Pengelolaan yang baik juga dapat membuka kesempatan usaha dan menambah nilai ekonomi produk lokal.
Baca juga : Sarankan Perkuat Literasi Keuangan, NasDem Sedih Guru Banyak Terjerat Pinjol
Dalam skala nasional, Zulhas menyebut sekitar 27 ribu koperasi telah beroperasi. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 35 ribu hingga akhir tahun.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pengembangan koperasi harus menyesuaikan karakteristik dan potensi setiap daerah. Dengan begitu, koperasi tidak hanya mendistribusikan kebutuhan pokok, tetapi juga membantu menggerakkan usaha masyarakat.
“Tidak semua KDKMP harus dipukul rata sama. Disesuaikan kearifan lokal atau kondisi daerahnya,” kata Luthfi. JAR
Baca juga : Sudah Bentuk 118 DPAC, PKB Sumbar Optimis Menatap Pemilu 2029
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Rabu, 14 Oktober 2026 dengan judul "5.427 Kopdes Di Jateng Sudah Beroperasi Zulhas Berharap Ekonomi Desa Makin Berkembang"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya