Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Peran Tokoh Agama Strategis Untuk Tangkal Radikalisme Dan Intoleransi
Rabu, 30 Desember 2020 20:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Peran para tokoh dan pemuka agama sangat strategis untuk menyandingkan nilai-nilai agama dan nasionalisme untuk memerangi penyebaran paham radikal intoleran yang berpotensi menjadi radikal terorisme. Hal itulah yang mendasari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggandeng dan membentuk wadah berupa Gugus Tugas Pemuka Agama Dalam Rangka Pencegahan Terorisme.
“Bagi kita, agama apa pun berkewajiban untuk menjaga nilai yang diajarkan dan diwariskan. Karena itu, peran tokoh agama sangat sentral ketika isu agama digunakan kelompok radikal intoleran mencapai tujuan tertentu,” kata Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar pada acara Sarasehan dan Muhasabah Gugus Tugas Pemuka Agama BNPT, di Jakarta, Rabu (30/12).
Sarasehan dan Muhasabah Gugus Tugas Pemuka Agama BNPT adalah tindak lanjut setelah BNPT lebih dulu melantik Gugus Tugas Pemuka Agama Dalam Rangka Pencegahan Terorisme pada 26 November lalu. Kegiatan ini merupakan ajang penyusunan rencana kerja Gugus Tugas Pemuka Agama BNPT tahun 2021.
Baca juga : BNI Berikan Bingkisan Natal Untuk Warga di Daerah Terpencil
Kegiatan ini dihadiri 23 ormas dan 99 ketua umum dan pimpinan tertinggi dari organisasi masyarakat dari lintas agama. Di antaranya, Ketua Umum PBNU yang juga Ketua Umum KH Said Aqil Siradj dan Ketua Umum Nahdlatul Wathan TGB Muhammad Zainul Majdi. Jajaran pejabat BNPT yang hadir antara lain Sestama Mayjen TNI Untung Budiharto, Deputi Bidang Penindakan dan Penegakkan Hukum Irjen Budiono Sandi, serta Deputi Kerja Sama Internasional Andhika Chrisnayudhanto.
Boy Rafli menambahkan, antara BNPT dan para pemuka agama perlu keterpaduan program dan kinerja di lapangan dalam rangka memberikan, menyampaikan, menyosialisasikan nilai-nilai luhur bangsa, dan agama masing-masing yang dilakukan secara benar tanpa harus saling menyakiti. “Kami melihat sangat strategis apabila tokoh-tokoh agama menyandingkan nilai agama dan nilai nasionalisme, dan semangat dalam menjaga keuutuhan NKRI. Kita diuntungkan dengan para leluhur tokoh agama yang pada masa lalu berjuang untuk mendirikan negara ini. Mereka adalah pendakwah sekaligus pejuang,” ungkap mantan Kapolda Papua ini.
Boy Rafli menaruh harapan besar pada Gugus Tugas Pemuka Agama BNPT. Pasalnya, beberapa mainstream dari kejahatan terorisme dengan latar belakang paham radikal intoleran dilandaskan adanya pihak yang senantiasa menggunakan isu agama. Padahal, lanjut Boy Rafli, sikap kelompok yang mengatasnamakan agama dengan cara kekerasan itu merupakan perbuatan tidak sejalan nilai agama. Misalnya, dengan segala cara melakukan upaya destruktif, pembunuhan, penghinaan, mengkafirkan yang dianggap tidak sejalan. Atas dasar itu, mereka melakukan tindakan kekerasan, yang dalam pemahaman mereka diyakini sebagai jalan itu benar.
Baca juga : Persiapan SEA Games 2021, Shin Tae-Yong Kembali Gembleng Pemain Timnas
“Dengan kerja bersama dengan apa yang kita susun bersama di tingkat pusat ini, bisa digulirkan sampai ke daerah. Semoga tahun 2021 kerja-kerja bareng, kerja kerja konkret, dirasakan masyarakat. Agar masyarakat semakin bersemengat mengisi alam pembangunan dalam suasana aman, damai. Sehingga upaya negara menciptakan rasa aman, sejahtara, negara yang darussalam dan baldatun thoyyibatun warrobun ghofur bisa tercapai,” harap mantan Wakil Kepala Lemdiklat Polri ini.
Ia berharap, rencana kegiatan Gugus Tugas Pemuka Agama ini bisa dikonkretkan agar bisa memberi efek positif kepada seluruh masyarakat. Menurutnya, tokoh agama adalah guru bangsa. BNPT mendorong ulama dan umara bisa bersinergi, bersatu, saling mengisi, sesuai dengan perannya masing-masing dan memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai permasalahan.
Ketua Umum PBNU yang juga Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) KH Said Aqil Sirajd menyambut baik rencana Gugus Tugas Pemuka Agama dalam rangka pencegahan terorisme. “Baru kali ini dari pihak pemerintah, dalam hal ini BNPT, menggandeng pemuka agama untuk bersama untuk melawan atau kontra gerakan radikalisme dan terorisme. Ini menunjukkan pemerintah sudah memberikan ruang kepada pemuka agama sebagai informal leader. Kekuatan civil society harus kita gerakkan untuk menghadapi itu semua,” kata Kiai Said.
Baca juga : FDA Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Untuk Vaksin Moderna, AS Makin Pede
Organisasi keagamaan yang tergabung dalam Gugus Tugas Pemuka Agama dalam Rangka Pencegahan Paham Radikal Terorisme antara lain Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, Sarekat Islam Indonesia, Persatuan Islam (Persis), Persatuan Tarbiyah Islamiyah, Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Mathlaul Anwar, Ittihadiyah, Al Washliyah, Nahdlatul Wathan Darud Da’wah wal Irsyad (DDI), Persatuan Umat Islam (PUI), Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Himpunan Bina Mualaf Indonesia (HBMI), Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mutabarah al-Nahdliyyah, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Perwalian Umat Buddha Indonesia (WALUBI), Persatuan Umat Buddha Indonesia, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), dan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia. [WUR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya