Dark/Light Mode

Antisipasi Kasus Covid Bakal Meroket

Semua RS Diminta Tambah Tempat Tidur Dan Staf Nakes

Selasa, 5 Januari 2021 06:15 WIB
Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto. (Foto: Youtube)
Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto. (Foto: Youtube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menyiapkan sejumlah strategi mengantisipasi kasus Covid-19 di Indonesia yang dikhawatirkan bakal melonjak dalam waktu dekat ini. Salah satunya, menambah tempat tidur sebanyak 30 persen di masing-masing Rumah Sakit (RS).

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengatakan, Pemerintah bakal menggandeng sebagian besar Rumah Sakit untuk menyiapkan tempat tidur bagi pasien Covid-19. Dengan begitu, pasien bisa mendapat pertolongan sesegera mungkin.

“Kami dorong agar terjadi optimalisasi tempat tidur, baik Rumah Sakit di tingkat pusat maupun daerah, negeri ataupun swasta,” katanya, saat konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Airlangga: Vaksinasi Jalan, Disiplin Prokes Jangan Kendor

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian itu memprediksi terjadi kenaikan kasus Covid setelah mendapat laporan dari Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin Minggu (3/1) lalu.

Dalam laporannya itu, Budi mengungkap tentang peningkatan pasien Covid yang mencapai 110.679 kasus. Apalagi, masyarakat baru saja melewati libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Selain penambahan tempat tidur, kata Airlangga, Pemerintah juga bakal menambah 10 ribu Tenaga Kesehatan (Nakes) yang disebar di masing-masing fasilitas layanan kesehatan, sehingga pasien Corona bisa tertangani dengan baik.

Berita Terkait : Gawat, Rumah Sakit Mulai Nolakin Pasien

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Partai Golkar itu juga meminta Protokol Kesehatan (Prokes) diperkuat lagi. Menurutnya, penerapan prokes tidak dapat dipisahkan dengan upaya lainnya yakni vaksinasi dan upaya 3 T (tracing, testing, dan treatment).

“Jadi pemerintah akan terus mendorong peningkatan kedisiplinan masyarakat. Ya memakai masker, menjaga jarak, juga mencuci tangan dan tetap menghindari kerumunan,” tuturnya.

Lagi pula, kata Airlangga, program vaksinasi baru akan dilakukan pada pertengahan bulan ini. Kemudian, vaksinasi terhadap 182 juta penduduk setidaknya memerlukan waktu 15 bulan untuk menyelesaikannya.
 Selanjutnya