Dark/Light Mode

Gandeng BP2MI

Sandiaga Ingin Jadikan Pekerja Migran Duta Pariwisata

Kamis, 4 Maret 2021 20:40 WIB
Menparekraf Sandiaga S. Uno (kanan) saat berbincang dengan Kepala BP2MI Benny Rhamdani, Rabu (3/3). (Foto: Ist)
Menparekraf Sandiaga S. Uno (kanan) saat berbincang dengan Kepala BP2MI Benny Rhamdani, Rabu (3/3). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggandeng Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk menjadikan para pekerja migran Indonesia (PMI), yang saat ini tercatat berjumlah 3,7 juta orang, sebagai duta pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) Indonesia. Hal itu disampaikan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno seusai bertemu dengan Kepala BP2MI Benny Rhamdani, Rabu (3/3).

Kemenparekraf dan BP2MI sebelumnya diketahui telah menandatangani Nota Kesepahaman, dalam rangka Pengembangan Potensi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pekerja Migran Indonesia dan Keluarganya. "Kami akan perkuat MoU ke depan dengan perjanjian kerja sama. Tidak hanya menjadikan para PMI sebagai duta pariwisata, tapi juga duta ekonomi kreatif Indonesia," kata Sandiaga Uno dalam keterangan resminya, Kamis (4/3).   

Berita Terkait : Gandeng Startup, Sandi Kebut Pengembangan Akomodasi Di Kawasan Danau Toba

Dalam mewujudkan rencana tersebut, kedua pihak akan memberikan pelatihan-pelatihan dasar pariwisata kepada calon pekerja migran Indonesia yang akan berangkat ke luar negeri. Para PMI tersebut diharapkan dapat menjadi endorser, atau duta yang akan mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. "Kami akan pilih satu provinsi untuk jadi pilot project dalam pelatihan para calon PMI," kata Sandiaga.   

Terkait PMI Purna atau PMI yang telah pulang bekerja dari luar negeri), Kemenparekraf bakal memberikan pendampingan dan pelatihan dalam memproduksi produk-produk ekonomi kreatif. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

Berita Terkait : Pandemi, Mendagri Minta Petugas Kebakaran Beradaptasi Saat Bertugas

Menurut Benny, kolaborasi dengan Kemenparekraf akan menjadi daya dorong agar PMI benar-benar berdaya dan sejahtera.   "Kami ingin mengakhiri persepsi publik yang negatif bahkan destruktif, seolah-olah PMI pekerja rendahan atau sumber masalah. Padahal sebenarnya mereka adalah penyumbang devisa terbesar kedua dalam bentuk remitansi, setelah sektor migas," jelas Benny. [EFI]