Dark/Light Mode

Desa Bukan Lagi Halaman Belakang, Tapi Halaman Depan Pembangunan Indonesia

Kamis, 8 April 2021 15:56 WIB
Sekjen Kemendes PDTT Taufik Madjid/Ist
Sekjen Kemendes PDTT Taufik Madjid/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyebut empat strategi untuk pemulihan ekonomi di desa.

Hal itu disampaikan Sekjen Kemendes PDTT Taufik Madjid saat menjadi pembicara kunci pada sarasehan pembangunan perdesaan Maluku Utara di Aula Bidadari Kantor Bupati Halmahera Barat, Kamis (8/4).

Sarasehan tersebut merupakan rangkaian Dies Natalis ke-57 Universitas Khairun.

Baca Juga : Mantap Nih Guys, Investor Pasar Modal Syariah Naik 647 Persen

“Empat strategi itu, yakni revitalisasi BUMDes, digitalisasi ekonomi desa dengan menggandeng e-commerce global, ketahanan pangan masyarakat desa serta padat karya tunai desa,” kata Taufik.

Taufik mengatakan, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, yang kembali mempertegas mandat, bahwa desa adalah episentrum, cara pandang, serta paradigma yang baru dalam pembangunan Indonesia.

“Desa bukan lagi halaman belakang dari Indonesia, tapi desa adalah halaman depan dari pembangunan bangsa saat ini. Pusat, sentral kita kembali ke desa,” tegasnya.

Baca Juga : Unas Gelar Seminar Internasional, Kaji Politik Islam di Asia

Oleh karena itu, dia berharap, otoritas dan kewenangan yang sudah diberikan kepada desa dalam UU tersebut harus diikuti dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Menurutnya, hal itu pesan dari Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar, bahwa seluruh kebijakan pembangunan, kemudian bentuk hadirnya negara dalam memberikan layanan kepada masyarakat ada dua hal.

Yang pertama, manfaat pembangunan harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama lapisan terbawah. Kedua, harus ada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang terbangun.

Baca Juga : Menperin: Hannover Messe Bangkitkan Industri Nasional

“Itu yang penting. Lapisan terbawah dari masyarakat kita harus betul-betul menikmati dari seluruh kebijakan pembangunan saat ini. Setelah itu, peningkatan SDM,” jelasnya.

Hadir dalam forum tersebut, Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Harlina Sulistyorini dan Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Aisyah Gamawati.

Selanjutnya, Bupati Halmahera Barat, Bupati Halmahera Timur, serta seluruh jajaran Forkopimda beserta seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Halmahera Barat. [DIR]