Dark/Light Mode

Blusukan Ke Pasar Induk Kramat Jati

Mendag Pastikan Pasokan Dan Harga Pangan Stabil

Kamis, 8 April 2021 06:07 WIB
Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, saat meninjau ketersediaan dan harga pangan pokok di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (7/4). (Dok. Humas Kemendag)
Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, saat meninjau ketersediaan dan harga pangan pokok di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (7/4). (Dok. Humas Kemendag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memastikan pasokan dan harga bahan pangan stabil jelang Ramadan yang mulai berlangsung pekan depan atau 12 April 2021.

Hal tersebut diutarakan Lutfi saat mengecek langsung harga dan pasokan barang kebutuhan pokok di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, kemarin.

“Kami cek untuk memastikan harga dari hulu sampai hilir terkendali. Harga di Pasar Induk juga menjadi acuan harga jual di pasar ritel sampai ke konsumen. Kita lihat tadi harga stabil, bahkan sudah ada yang turun,” kata Lutfi.

Dari hasil pantauan di lapangan, Lutfi memastikan saat Ramadan tahun ini harga barangbarang stabil dan terjangkau. Bahkan, dengan adanya panen di beberapa daerah di Indonesia, kemungkinan besar harga kebutuhan pokok akan menurun hingga Lebaran.

Berita Terkait : Jamin Harga Sembako Aman, Mendag Harap Masyarakat Khusyuk Jalani Puasa

Sebagai contoh, Lutfi menyoroti harga bawang merah yang stabil di kisaran Rp 18 ribu-Rp 20 ribu per kilogram (kg), atau Rp 1.000 di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Selain itu, untuk harga bawang putih berada pada harga yang sama dengan bawang merah, yakni di kisaran Rp 18 ribu-­Rp 21 ribu per kilogram. Artinya, di pasar ritel harga hanya akan bertambah Rp 1.000 per kilogram.

“Saat harga sampai ke pelanggan masih di bawah Harga Eceran Tertinggi yakni Rp 32.000 hingga ­Rp 35.000,” kata Lutfi.

Terkait cabe, eks Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini tengah berupaya mencari formulasi agar harganya tak mudah bergejolak ketika panen maupun paceklik.

Berita Terkait : Ngecek Harga Sembako, Mendag Blusukan Ke Pasar Induk Kramat Jati

Saat ini, harga cabe keriting di Pasar Kramat Jati sudah mendekati Rp 70 ribu per kilogram dari sebelumnya lebih dari Rp 100 ribu per kilogram.

“Saya berupaya barang ini bisa bertahan lebih lama dan pola tanamnya bisa dipisahkan. Jangan lagi ketika panen bersamaan harga jatuh, namun ketika paceklik harga naik,” jelas Lutfi.

Dia juga memastikan, pemerintah belum berencana impor berbagai kebutuhan pokok, mengingat pasokan sudah dapat dipenuhi dari dalam negeri.

“Kita lihat semua barang sudah tersedia. Harga beras tadi juga, yang premium itu semua harganya stabil, jadi tidak perlu impor,” pungkas Lutfi.

Berita Terkait : Diresmikan Wapres, Pasar Pariaman Sudah Tertata Rapi Dan Tidak Kumuh

Sebelumnya, Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri menyatakan, ada tiga komoditas pangan pokok yang patut diwaspadai mengalami kenaikan harga saat Ramadan.

Saat ini, tren kenaikan harga secara riil masih terjadi. “Cabe rawit, daging sapi, dan gula pasir harus diwaspadai kenaikan harganya. Komoditas lain yang terpantau berpotensi naik itu minyak goreng, bawang putih, beras dan telur ayam. Ada potensinya meski sekarang belum terlihat,” kata Mansur. [NOV]