Dewan Pers

Dark/Light Mode

Menteri PUPR Minta Pekerjaan KIT Batang Berdayakan Tenaga Lokal

Kamis, 22 April 2021 11:42 WIB
Pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang di Jawa Tengah, terus dikebut. (humaspupr)
Pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang di Jawa Tengah, terus dikebut. (humaspupr)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta  pembangunan infrastruktur di  Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang dapat memanfaatkan tenaga kerja lokal dan produk dalam negeri. 

"Pembangunan infrastruktur yang menggunakan dana APBN harus menggunakan produk dalam negeri, atau kalau pun produk dari luar, harus punya pabrik di sini,” tegas Basuki saat meninjau pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang di Jawa Tengah, Rabu (21/4).

Adapaun infrastruktur yang dibangun, di antaranya pembangunan simpang susun akses menuju KIT Batang yang terhubung dengan Jalan Tol Batang-Semarang. 

Berita Terkait : Sri Mulyani, Perempuan Paling Banyak Diberitakan Setahun Terakhir

Ia mengatakan, akses KIT Batang yang dibangun sepanjang 3,1 km dengan anggaran Rp 450 miliar progresnya baru 49%. Kemudian pembangunan jalan kawasan 1A sepanjang 4 km dan Jembatan Kali Mata Air sepanjang 120 meter dengan biaya Rp 185 miliar. 

Sedangkan kontraktor pelaksana proyek PT Wijaya Karya (Persero) Tbk progres fisiknya baru 45%. Dukungan konektivitas juga dilakukan dengan membangun jalan kawasan Ruas 1B sepanjang 3,6 km dan Jembatan Kali Kembar sepanjang 80 meter. 

“Infrastruktur ini dibangun dengan biaya APBN sebesar Rp 163 miliar dengan kontraktor PT PP-MO (KSO) sesuai kontrak pekerjaan Desember 2020-Juni 2021,” ujarnya. 

Berita Terkait : Kejagung Selangkah Lagi Tetapkan Tersangka

Di bidang Sumber Daya Air, Kementerian PUPR menyiapkan pembangunan Bendung Singai Urang seluas 29,32 m3  dan Bendung Kedung Langgar seluas 142 hektar untuk memenuhi kebutuhan air baku serta penanganan drainase di 4 titik, yakni Mata Air sepanjang 400 meter, Brontok 770 meter, Pelabuan 861 meter, dan Pesanggrahan 100 meter. Progres fisik pembangunan drainase sudah mencapai 8%. 

Di lokasi KIT Batang, PUPR juga menyiapkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu berkapasitas 35 ton per hari, Sistem Penyediaan Air Minun (SPAM) berkapasitas 285 liter per detik, dan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berkapasitas 18.000 m3 per hari. 

Kementerian PUPR juga membangun 10 tower Rumah Susun (Rusun) bagi pekerja di kawasan KIT Batang setinggi 5 lantai dengan  luas 5.735 m2 dengan kapasitas 257 orang per tower.  Kehadiran rusun diharapkan dapat  memberikan nilai efisiensi tinggi bagi para pekerja.

Berita Terkait : Ganti Menteri, PDI Perjuangan Pastikan Tidak Akan Ikut Campur

Sebagai informasi, pembangunan KIT Batang merupakan salah satu upaya Pemerintah dalam mewujudkan  pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19, juga sebagai pengembangan kawasan ekonomi baru di wilayah Batang, khususnya dan Jawa Tengah, pada umumnya. [MFA]