Dark/Light Mode

Sudah 90 Persen, Bendungan Ladongi Di Sultra Rampung Akhir 2021

Selasa, 4 Mei 2021 11:30 WIB
Pekerjaan bendungan Ladongi di Sulawesi Tenggara, terus dikebut di tengah pandemi Covid-19.
Pekerjaan bendungan Ladongi di Sulawesi Tenggara, terus dikebut di tengah pandemi Covid-19.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menargetkan, Bendungan Ladongi di Sulawesi Tenggara (Sultra), rampung akhir tahun 2021. Progres tampungan air Ladongi  saat ini mencapai 90,18%. 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, potensi air di Indonesia cukup tinggi sebesar 2,7 triliun m3 per tahun. 

Dari volume tersebut, air yang bisa dimanfaatkan sebesar 691 miliar m3 per tahun, di mana yang sudah dimanfaatkan sekitar 222 miliar m3 per tahun untuk berbagai keperluan, seperti kebutuhan rumah tangga, peternakan, perikanan dan irigasi.

Berita Terkait : Sambut Ramadan, KAI Hadirkan Ornamen Di Kereta Api Dan Stasiun

“Namun potensi sebesar itu, keberadaannya tidak sesuai dengan ruang dan waktu, sehingga kita membutuhkan tampungan-tampungan air. Dengan begitu pada saat musim hujan air ditampung untuk dimanfaatkan musim kemarau. Itulah gunanya  bendungan dan embung/setu untuk penampungan air,” kata Basuki dalam keterangannya Selasa (4/5).

Bendungan Ladongi memiliki kapasitas tampung 45,9 juta meter kubik dan luas genangan serta area sabuk hijau sebesar 246,13 Ha. Bendungan yang dimulai pembangunannya sejak tahun 2016 ini akan rampung pada akhir tahun 2021 dengan progress saat ini 90,18%. 

Bendungan ini menahan aliran Sungai Ladongi yang selama ini belum dimanfaatkan optimal. Nantinya, akan mengairi areal sawah dengan layanan irigasi seluas 3.604 hektar secara kontinu di Kabupaten Kolaka Timur, sehingga diharapkan produktivitas lahan pertanian meningkat dan pendapatan petani lebih besar dalam satu tahun. 

Baca Juga : Menag : Yang Tertib Ya !

Selain dinikmati petani, Bendungan Ladongi juga menjadi sumber air baku sebesar 0,12 m3 per detik, pembangkit energi listrik sebesar 1,3 MW, serta mengurangi banjir dengan volume  132,25 m3/dtk. 

Bendungan Ladongi juga potensial untuk dimanfaatkan sebagai destinasi wisata baru di Kabupaten Kolaka Timur.   

Kabupaten Kolaka Timur Provinsi Sulawesi Tenggara yang terbentuk pada tahun 2013 merupakan Daerah Pemekaran dari Kabupaten Kolaka, terletak sekitar 120 Km di sebelah barat ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara. 

Baca Juga : Halo Bale! Tetap Di Spurs Atau Balik Ke Madrid?

Ditinjau dari letak infrastruktur dan geografis Kabupaten Kolaka Timur mempunyai luas daerah irigasi yang cukup luas dan potensi sungai air di sungai Ladongi yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Biaya pembangunan bendungan ini berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), multiyears tahun 2016-2021 sebesar Rp 865 miliar untuk konstruksi paket I dan Rp 283 miliar untuk paket II. 

Sebagai informasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menambah pembangunan bendungan baru di sejumlah provinsi lumbung pangan nasional untuk mendukung ketahanan air dan pangan nasional.  [MFA]