Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengunjungi warga perumahan Grha Muria Swasti Kirana yang terpapar virus Corona di Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus.
Setiba disana, Politisi PDI Perjuangan ini terkesan dengan warganya. Sebab, mereka bergotong royong dan menghidupkan Jogo Tonggo dengan baik.
“Assalamualaikum, motore disade napa mboten bu?” seloroh Ganjar, saat menyapa salah satu warga yang sedang isolasi mandiri di rumahnya.
Ganjar lantas bertanya kabar mereka, yang sekeluarga terpapar Covid-19. Mereka tinggal serumah berisikan empat orang, yang menempati dua lantai. Mereka hanya bertemu saat hendak makan.
Baca juga : Sistem Kacau, Pendaftaran PPDB Diperpanjang Hingga 11 Juni
“Awalnya saya pak yang positif, setelah bepergian ke Pati sempat belanja juga. Nggak tahu juga tertularnya dari mana. Ini di rumah berempat, sudah dua minggu,” kata Ganjar dikutip Selasa (8/6).
Saat meninjau, Ganjar menemukan hal menarik dari Jogo Tonggo yang dilakukan. Mereka secara swadaya dan bergantian di antara tujuh blok perumahan, untuk menyiapkan makanan bagi warga yang terkena Covid-19.
Makanan diberikan sehari tiga kali, dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan. Rumah-rumah juga ditempeli stiker khusus untuk menandakan di rumah tersebut, terdapat orang terkonfirmasi Covid-19.
Ganjar semakin tertarik, saat melihat salah satu koordinator Jogo Tonggo yang tampak membawa laptop. Ganjar bertanya, apa yang dia catat di laptopnya tersebut, dan mendapati Jogo Tonggo di sana sangat detail pencatatannya.
Baca juga : Irlandia Utara: Usir Dubes Israel Dari Inggris!
“Ini saya lagi sama Pak Bupati Kudus, Kedungdowo Kaliwungu, bukan Kendal, tapi Kudus. Ada 28 orang yang positif Covid, dan ternyata mereka Jogo Tonggonya hidup,” ucap Ganjar sembari nge-vlog.
Pendataan dilakukan secara detail mulai dari siapa yang terpapar, kontak erat, hingga data sudah berapa lama menjalani isolasi. “Sehingga datanya ada dan di-assign ke Satgas Covid. Ini salah satu saya kira model Jogo Tonggo yang menarik. Memang beruntung karena dukungan perumahan kompleknya bagus juga,” kata gubernur.
Dia berharap, Jogo Tonggo di Grha Muria Sakti Kirana ini bisa dicontoh. Sebab, sistem pencatatan yang detail ini penting karena akan menjadi data bagi Satgas Covid-19 dalam melakukan penanganan.
Ganjar pun berpesan pada para pegiat Jogo Tonggo agar tidak lelah sambil melakukan edukasi pada warga.
Baca juga : Harlah Pancasila, Ganjar Puji Kerja Nyata Gibran
“Mudah-mudahan ini menginspirasi yang lain. Sebenarnya yang bagus itu, dicatat, karena catatan inilah yang akan bisa dipakai sebagai data siapa, di mana, kapan, sudah diapakan dan sebagainya, tercatat dengan baik. Sehingga harapannya (penanganan) bisa berjalan. Sambil diedukasi terus nggih, cerewet pokoke,” ucap Ganjar seraya berpamitan.
Sebagai infornasi, setidaknya ada 28 warga di 17 rumah yang terpapar Covid-19 di perumahan itu. Tidak semuanya isolasi mandiri di rumah, beberapa yang mengalami gejala dirawat di rumah sakit.
Sementara itu, hingga hari ini Kudus menjadi salah satu dari delapan daerah di Jawa Tengah yang dinyatakan zona merah. Pemprov Jateng juga telah mengintervensi dengan membawa sebanyak 216 pasien Covid-19 yang OTG ke tempat isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan. [MFA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya