Dark/Light Mode

Rapat DPR, Mendagri Usul Anggaran Persiapan Pemilu 2024 Rp 1,9 Triliun

Rabu, 9 Juni 2021 15:44 WIB
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mengusulkan anggaran persiapan Pemilihan Umum Serentak 2024 untuk tahun anggaran 2022 yakni sebesar Rp 1,902 triliun.

Usulan itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ketika rapat kerja dengan Komisi II DPR terkait evaluasi pelaksanaan anggaran 2021, dan pembicaraan pendahuluan pembahasan RAPBN tahun anggaran 2022.

"Mohon dukungan dari Komisi II DPR agar kebutuhan anggaran sebesar lebih kurang Rp 1,902 triliun dapat disetujui dan diakomodasi dalam pagu anggaran Kemendagri tahun 2022," kata Tito dikutip Rabu (9/6).

Baca juga : Komisi II DPR Usulkan Pemilu 2024 Awal Maret

Mendagri mengatakan, dalam rangka persiapan pelaksana Pemilu dan Pilkada Serentak 2024, Kemendagri telah melaksanakan rapat koordinasi dengan KPU, Bawaslu dan kementerian lembaga terkait. 

"Salah satu hasil, meminta kepada K/L terkait termasuk Kemendagri untuk menyiapkan anggaran dalam rangka mendukung pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024," tutur-nya.

Tito menjelaskan, dari anggaran sebesar Rp 1,9 triliun itu, sebesar Rp 1,6 triliun akan dimanfaatkan oleh Ditjen Polpum Kemendagri, mulai dari pengembangan teknologi informasi layanan publik yang terintegrasi, kemudian seleksi penyelenggara komisioner KPU daerah.

Baca juga : Akibat Covid, Seskab Pangkas Anggaran Rp 26,33 Miliar

Selain itu, juga dimanfaatkan untuk gerakan atau kampanye partisipasi rakyat sukses Pemilu Serentak 2024, forum komunikasi sosial politik dalam rangka untuk mendukung suksesnya pemilu serentak dan lain-lainnya.

Kemudian, alokasi untuk Ditjen Adwil ini sebesar lebih kurang Rp 5,3 miliar, digunakan untuk koordinasi peningkatan peran camat dalam rangka kelancaran tahapan penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024.

Berikutnya untuk pemetaan daerah rawan konflik 2024, pemetaan daerah rawan gangguan ketentraman ketertiban umum dan lain-lain termasuk masalah keamanan dari pandemi Covid-19.

Baca juga : DPR Dukung Usulan Peningkatan Anggaran Perpusnas

"Kemudian untuk di dukcapil sebesar Rp 282,275 miliar untuk pengembangan sistem sinkronisasi data kependudukan dengan data sistem data pemilih atau sidalih, penyiapan data daftar penduduk potensial pemilih DP4," ujar Mendagri.

Anggaran itu kata Tito, juga digunakan untuk pendataan dan penerbitan dokumen penduduk rentan adminduk dalam rangka Pemilu 2024, memfasilitasi pencatatan perubahan status kewarganegaraan, percepatan penyelesaian perekaman dan pencetakan KTP elektronik. [MFA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.